Vokasi UI beri pendampingan bisnis bagi BUMDes di Wonosobo

Program Studi (Prodi) Administrasi Keuangan dan Perbankan, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), bersama Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo, memberikan pendampingan bisnis untuk meningkatkan kapasitas BUMDes di Wonosobo, Jawa Tengah.

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono di kampus UI Depok, Selasa, mengatakan bahwa Vokasi UI berkomitmen untuk mendorong pembangunan daerah melalui sumbangsih pemikiran keilmuan, pengetahuan, dan berbagai program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,

Salah satunya melalui program pelatihan dan pendampingan bisnis bagi BUMDes dan UMKM, yang kali ini diikuti oleh 30 desa dan 15 kecamatan di wilayah Wonosobo.

"Peningkatan kapasitas kelembagaan dan kapabilitas SDM pengelola BUMDes menjadi prioritas agar segera memperoleh penanganan, baik dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Vokasi UI turut berupaya untuk membangun pengelolaan BUMDes melalui berbagai kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen dan mahasiswa guna mewujudkan ekonomi rakyat yang makmur dan sejahtera," kata Padang.

Program ini diawali dengan pelaksanaan pelatihan perancangan bisnis model bagi pelatihan perancangan bisnis model bagi 30 orang direktur dan pengelola BUMDes. Dalam pelaksanaan program tersebut, tim pengabdi Vokasi UI yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, berkolaborasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan pelaku dunia usaha, yaitu Bank BNI 46 dan Alfamart.

Baca juga: Vokasi UI edukasi cegah stunting dengan pantau pertumbuhan anak

Kegiatan ini juga meliputi edukasi literasi keuangan serta perancangan model bisnis yang mengaplikasikan jenis usaha layanan jasa perbankan dan perdagangan ritel. Tidak hanya itu, tim pengabdi juga mengunjungi langsung BUMDes dan membahas permasalahan BUMDes serta rencana aksi yang dapat dilakukan.

Kegiatan yang diketuai Dede Suryanto, S.Sos., M.Si. ini juga mengunjungi beberapa BUMDes, antara lain BUMDes Kusuma Jaya di Desa Ngadikusuman Kertek yang memiliki unit usaha budidaya ikan konsumsi dan pengolahan air minum dalam kemasan, serta BUMDes Cipta Karya Mandiri di Desa Blederan Mojotengah yang memiliki penyewaan kios pasar desa dan kampung wisata sayur.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Wonosobo, Dra Harti, M. M, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan mengingat keberadaan BUMDes dalam konteks perekonomian masyarakat desa memiliki peran yang penting.

"Saat ini, Kabupaten Wonosobo memiliki 195 BUMDes dengan pembagian klasifikasi 4 BUMDes maju, 11 BUMDes berkembang, 95 BUMDes Tumbuh, dan 85 BUMDes Dasar. Kegiatan pelatihan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk diikuti oleh para pengelola BUMDes dan kemudian secara riil diimplementasikan dalam rangka pengembangan masing-masing BUMDes," ujarnya.

Baca juga: BEM Vokasi UI tanam 3.500 bibit bakau di Indramayu

Baca juga: Vokasi UI pemeriksaan fisik gratis bagi lansia di Kepulauan Seribu