Volume keberangkatan KA masih tinggi saat arus balik Lebaran 2022

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat volume keberangkatan penumpang kereta api (KA) masih cukup tinggi pada enam hari setelah Lebaran 2022 atau H+6.

"Untuk hari ini (Senin), di Stasiun Pasar Senen volume penumpang berangkat sebanyak 9.600 atau 45 persen dari total tempat duduk yang tersedia sebanyak 21.500 kursi," kata Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) I Jakarta Eva Chairunisa ketika dikonfirmasi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin.

Jumlah kereta yang beroperasi sebanyak 29 KA di mana tiga kereta merupakan kereta tambahan, paparnya.

Baca juga: PT KAI imbau penumpang jaga barang bawaan agar tak tertinggal

Sementara di Stasiun Gambir terdapat 36 KA beroperasi, kata dia, sebanyak 8 di antaranya merupakan KA tambahan.

Adapun Volume penumpang berangkat sebanyak 6.300 atau 36 persen dari total tempat duduk yang tersedia sebanyak 17.500 penumpang.

"Ini artinya volume keberangkatan kereta masih cukup tinggi saat arus balik Lebaran 2022," kata Eva.

Baca juga: Kereta api masih jadi pilihan favorit pemudik

Para penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir dengan tujuan Yogyakarta, Solo, Kutoarjo, Purwokerto, Kebumen, Tegal, Semarang, Surabaya, Malang, Cirebon, dan Bandung.

Tercatat puncak kepadatan volume penumpang keberangkatan Stasiun Gambir dan Pasar Senen terjadi mulai tanggal 27 April hingga 1 Mei 2022. Pada kurun waktu tersebut, okupansi penumpang kereta api jarak jauh (KAJJ) yang berangkat dari area Daop 1 Jakarta mencapai 100 persen.

Baca juga: KAI Daop Madiun layani 209.854 penumpang KA selama Lebaran 2022

Sementara itu, tambah Eva, sebanyak 562.923 tiket terjual untuk keberangkatan periode 22 April hingga 9 Mei 2022.

Adapun relasi yang banyak dipilih pengguna di antaranya tujuan Yogyakarta, Solo, Kutoarjo, Purwokerto, Kebumen, Tegal, Semarang, Surabaya, Malang, Cirebon, dan Bandung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel