Volume Kendaraan Meningkat, Jalur Lumajang-Malang via Curah Kobokan Diperlebar

Merdeka.com - Merdeka.com - Akses jalan sementara dari Lumajang- Malang melalui Curah Kobokan mengalami peningkatan volume kendaraan sejak jalur Piket Nol ditutup karena jalan ambles pada Km 59. Saat ini, akses itu menjadi satu-satunya jalur yang dapat dilalui.

Untuk menampung peningkatan kendaraan, Jalur Curah Kobokan di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang diperlebar. Alat berat diterjunkan guna meratakan sekaligus memadatkan lokasi.

"Ini kerja sama sejumlah pihak, Curah Kobokan itu diperlebar untuk mempermudah akses agar bisa muat dan aliran air bisa datar mengingat jalur itu adalah sungai aliran lahar Semeru," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Patria Dwi Hastiadi, Kamis (17/11).

Ancaman Lahar Hujan

Meski begitu, ia menyebutkan jalur itu bersifat kondisional mengingat saat ini kondisi cuaca di Kabupaten Lumajang sering dilanda hujan dengan intensitas tinggi. Saat hujan, jalurnya akan ditutup total.

"Ini sifatnya kondisional, kalau hujan jalurnya ditutup. Ini demi keselamatan bersama," katanya.

Ia menambahkan, para pengendara yang melintas di jalur darurat itu agar tetap berhati-hati serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir lahar Semeru.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Piket Nol mengakibatkan jalan di kilometer 59 ambles. Tanah selebar 7 meter dengan panjang 50 meter di titik itu ambles sedalam 25 meter.

Alhasil, akses lalu lintas kendaraan di jalur penghubung antarkabupaten itu terputus total dan dialihkan via Curah Kobokan. [yan]