Volume lalu lintas kendaraan di DKI meningkat 3,33 persen saat PPKM 2

·Bacaan 2 menit

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat volume lalu lintas kendaraan di Ibu Kota mencapai 2,16 juta unit per hari pada PPKM Level 2 atau naik 3,33 persen dibandingkan PPKM Level 3 yang mencapai 2,09 juta unit.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo di Jakarta, Senin, menjelaskan, data kenaikan volume lalu lintas itu seiring peningkatan mobilitas masyarakat.

Data itu berdasarkan analisis Google untuk mobilitas masyarakat pada PPKM Level 2 pada 12-18 April 2022 dibandingkan PPKM Level 3 pada 1-7 Maret 2022.

Dinas Perhubungan DKI mencatat ada tiga titik mobilitas masyarakat yang mendorong peningkatan volume lalu lintas kendaraan, yakni pusat transportasi umum, tempat kerja dan area permukiman.

Mobilitas masyarakat meningkat sebesar 3,71 persen di pusat transportasi umum, tempat kerja meningkat sebanyak 5,43 persen dan area permukiman naik 1,14 persen.

Namun, ada juga mobilitas masyarakat menurun pada PPKM Level 2, yakni di ritel dan rekreasi, toko bahan makanan dan apotek serta taman.

Baca juga: Ganjil genap saat libur Lebaran ditiadakan di Jakarta
Baca juga: Ini kata Wagub DKI terkait Jakarta macet kembali

Meningkatnya volume lalu lintas berdampak terhadap kecepatan lalu lintas rata-rata per hari pada PPKM Level 2 yang mencapai 30,18 kilometer (km) per jam.

Hal ​​​​​​itu mengalami penurunan sebesar 8,67 persen dibandingkan PPKM Level 3 mencapai 33,04 kilometer per jam.

Sementara itu, jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan pada PPKM Level 2 mencapai 1,11 juta orang per hari atau mengalami peningkatan sebesar 10,21 persen dibandingkan saat PPKM Level 3 mencapai satu juta orang per hari.

Untuk jumlah penumpang harian angkutan Antarkota Antarprovinsi (AKAP) pada PPKM Level 2 adalah 3.956 penumpang per hari, mengalami penurunan sebesar 16,28 persen dibandingkan saat PPKM Level 3 yang mencapai 4.725 orang per hari.

Adapun pengamatan volume dan kecepatan lalu lintas dilakukan di 18 titik di Jakarta, yakni di kawasan Bundaran Senayan, Cawang Sutoyo, Cempaka Putih, Cipete Raya, Gajah Mada, Hayam Wuruk, kemudian JPO Dukuh Atas, Pademangan dan Panglima Polim.

Kemudian, Jalan Rasuna Said, S Parman, Salemba, Sisingamangaraja, Suryopranoto, Tebet BUMD, Tegal Parang, Thamrin dan Tomang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel