Volume Sampah Naik 20 Ton Per-Hari

Yogyakarta (Antara) - Volume sampah di Kota Yogyakarta selama libur Lebaran khususnya pada H-1 hingga H+2 Lebaran mengalami peningkatan 10-15 persen atau sekitar 15-20 ton per hari dari total volume sampah yang dihasilkan kota tersebut.

"Peningkatan jumlah wisatawan yang masuk ke Yogyakarta selama libur Lebaran ikut mempengaruhi peningkatan volume sampah yang dihasilkan setiap hari. Sampai saat ini pun, kendaraan pemudik dan wisatawan di Kota Yogyakarta masih padat, sehingga volume sampah masih akan bertambah," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Irfan Susilo di Yogyakarta, Senin.

Menurut Irfan, peningkatan volume sampah terjadi di beberapa titik objek wisata, di antaranya di Gembira Loka Zoo, Malioboro dan di sekitar Keraton Yogyakarta serta di tempat-tempat parkir.

"Di kawasan Malioboro, volume sampah yang dihasilkan bisa mencapai 15 ton per hari," katanya.

Total volume sampah yang dihasilkan Kota Yogyakarta rata-rata mencapai 280 ton per hari, atau meningkat menjadi 300 ton per hari saat libur Lebaran.

Tidak semua sampah yang dihasilkan tersebut akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, karena ada sekitar 100 ton sampah yang diolah secara mandiri oleh masyarakat.

Meskipun ada peningkatan volume sampah, namun Irfan mengatakan, tidak sempat terjadi penumpukan sampah di lokasi-lokasi wisata tersebut karena pihaknya menyiagakan petugas penyapuan, baik di UPT Malioboro maupun di BLH Kota Yogyakarta.

Selama proses pembersihan, Irfan mengatakan, ada berbagai kendala yang dialami petugas seperti sampah bekas petasan berupa serpihan-serpihan kertas sehingga sulit disapu dan jalan yang padat sehingga truk pengangkut sampah tiba terlambat.

"Diharapkan, wisatawan juga bisa membuang sampah pada tempatnya, tidak asal buang saja. Tempat sampah juga sudah disiapkan," katanya.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.