Vonis Setahun Penjara Bagi Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Dinilai Kurang Bijaksana

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Majelis hakim yang menangani kasus penyalahgunaan narkotika oleh Nia Ramadhani, Ardi Bakrie bersama sopirnya, Zen Vivanto, sudah memberikan vonis 1 tahun penjara. Vonis tersebut dibacakan majelis hakim pada persidangan kasus narkoba ketiga terdakwa.

"Menjatuhkan pidana terhadap Zen Vivanto, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, dengan pidana penjara masing-masing selama satu tahun," kata Hakim Ketua Muhammad Damis saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (11/1/2022).

Vonis ini dijatuhkan dengan memerhatikan pasal 127 ayat 1A uu RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP UU RI No 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana. Sebelum hasil putusan dibacakan, majelis hakim telah menyebutkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan hukuman.

Kurang Bijaksana

Terdakwa kasus narkoba Nia Ramadhani (tengah), Ardi Bakrie (kanan), dan Zen Vivanto menjalani sidang putusan di PN Jakarta, Selasa (11/1/2022). Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan Zen Vivanto divonis satu tahun penjara dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Terdakwa kasus narkoba Nia Ramadhani (tengah), Ardi Bakrie (kanan), dan Zen Vivanto menjalani sidang putusan di PN Jakarta, Selasa (11/1/2022). Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan Zen Vivanto divonis satu tahun penjara dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ahli Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Prof Mudzakir, menilai vonis yang diberikan majelis hakim terhadap Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie kurang bijaksana.

"Saya berpendapat kalau vonis yang diputus oleh hakim ini menurut saya kurang bijaksana, apalagi itu dalam rangka untuk pemberantasan narkoba," kata Mudzakir saat dihubungi, Senin (11/1/2022) malam.

Korban

Terdakwa penyalahgunaan narkoba Nia Ramadhani (kiri) dan Ardi Bakrie saat mengikuti jalannya sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (30/12/2021). Sidang penyalahgunaan narkoba tersebut beragendakan pledoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Terdakwa penyalahgunaan narkoba Nia Ramadhani (kiri) dan Ardi Bakrie saat mengikuti jalannya sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (30/12/2021). Sidang penyalahgunaan narkoba tersebut beragendakan pledoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ia mencoba melihat kasus narkoba yang dialami Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie dari kacamata hukum pidana. Menurut Mudzakir, sangat penting mengingat kembali peran pasangan selebriti yang sudah dikaruniai tiga anak ini dalam kasus narkoba.

"Sebab mereka (Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie) hanya korban dari kasus peredaran narkoba ini," Mudzakir menjelaskan.

Seharusnya Rehabilitasi

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie sidang Putusan (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie sidang Putusan (Budy Santoso/@Kapanlagi.com)

Sehingga, Mudzakir menambahkan, keduanya lebih layak untuk menjalani rehabilitasi ketimbang berada di penjara.

"Namanya orang itu kalau dia menggunakan itu pastinya ada unsur kesengajaan, tapi posisinya dia adalah menggunakan untuk dirinya sendiri dan itu tetaplah korban," kata Mudzakir.

Hukuman Bagi Pemasok

Terdakwa kasus narkoba Nia Ramadhani (kedua kiri) dan Ardi Bakrie (kiri) saat menjalani sidang putusan di PN Jakarta, Selasa (11/1/2022). Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan Zen Vivanto divonis satu tahun penjara dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Terdakwa kasus narkoba Nia Ramadhani (kedua kiri) dan Ardi Bakrie (kiri) saat menjalani sidang putusan di PN Jakarta, Selasa (11/1/2022). Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan Zen Vivanto divonis satu tahun penjara dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Mudzakir menilai vonis berupa hukuman penjara lebih bijaksana diberikan kepada pemasok dan pengedar narkoba.

"Semua penyuplai, agen, pengedar, hingga distributor harusnya dihukum mati, agar tidak ada korban-korban lain seperti Nia dan Ardi," dia mengakhiri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel