Voting Palestina di PBB: AS Menentang, Inggris Abstain

Liputan6.com, Palestina terus berjuang mendapatkan pengakuan kemerdekaan, sebagai bangsa berdaulat. Negara itu kini sedang berusaha meningkatkan statusnya di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Menjadi negara pemantau non-anggota.

Status baru itu  membuka peluang Palestina bergabung dalam badan-badan PBB dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Yang kedua juga punya arti penting, negara itu nantinya bisa memperkarakan Israel dalam kejahatan perang.

Dalam voting yang akan digelar pekan ini, Liga Arab dan dunia muslim dipastikan mendukung langkah Palestina. Juga sebagian negara Eropa, termasuk Prancis dan Denmark. Sementara, Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague mengatakan, negaranya mungkin akan abstain.

Seperti dimuat BBC (28/11/2012), Hague mengatakan, Inggris tak akan menentang usaha peningkatan status Palestina itu. Namun, pihaknya meminta jaminan, Palestina akan bernegosiasi dengan Israel, tanpa syarat. Sebuah tuntutan "tak realistis" yang ditolak para diplomat Palestina.

"Tanpa jaminan itu, Inggris akan abstain dalam pemungutan suara. Ini konsisten dengan dukungan kami pada prinsip-prinsip Palestina sebagai negara, namun kami berkepentingan resolusi bisa mengembalikan proses perdamaian," kata Hague.

Sementara, Amerika Serikat, sekutu Israel, jelas-jelas menentang. "Sikap kami jelas dan konsisten soal Palestina, bahwa kami menentang status negara pengamat di Majelis Umum PBB, juga resolusi ini," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland Kamis (29/11/2012).

Amerika Serikat, juga Israel bersikukuh, satu-satunya jalan adalah Palestina dan negara zionis itu duduk bersama di meja perundingan, meretas perjanjian damai.

Peta pendukung vs penentang

Selain Liga Arab dan negara muslim, sikap bangsa-bangsa lain masih terbelah soal peningkatan status Palestina.

Bangsa yang mendukung atau kemungkinan mendukung adalah: Prancis, Spanyol, Norwegia, Swiss, Austria, Denmark, Turki, Cina, Rusia, India, Brazil, Afrika Selatan, dan Nigeria.

Yang menentang atau mungkin menentang:  Israel, Amerika Serikat, Jerman, dan Belanda.

Sementara, yang kemungkinan abstain: Inggris, Australia, Belgia, dan Kolombia.

Voting Palestina di PBB: AS Menentang, Inggris Abstain

Palestina terus berjuang mendapatkan pengakuan kemerdekaan,

sebagai bangsa berdaulat. Negara itu kini sedang berusaha

meningkatkan statusnya di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Menjadi

negara pemantau non-anggota.

Status baru itu  membuka peluang Palestina bergabung dalam badan-

badan PBB dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Yang kedua

juga arti penting, negara itu nantinya bisa memperkarakan Israel dalam

kejahatan perang.

Liga Arab dan dunia muslim dipastikan mendukung langkah Palestina.

Juga sebagian negara Eropa, termasuk Prancis dan Denmark.

Sementara, Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague mengatakan,

negaranya mungkin akan abstain.

Seperti dimuat BBC (28/11/2012), Hague mengatakan, Inggris tak akan

menentang usaha peningkatan status Palestina itu. Namun, pihaknya

meminta jaminan, Palestina akan bernegosiasi dengan Israel, tanpa

syarat. Sebuah tuntutan "tak realistis" yang ditolak para diplomat

Palestina.

"Tanpa jaminan itu, Inggris akan abstain dalam pemungutan suara. Ini

konsisten dengan dukungan kami pada prinsip-prinsip Palestina

sebagai negara, namun kami berkepentingan resolusi bisa

mengembalikan proses perdamaian," kata Hague.

Sementara, Amerika Serikat, sekutu Israel jelas-jelas menentang.

"Sikap kami jelas dan konsisten soal Palestina, bahwa kami menentang

status negara pengamat di Majelis Umum PBB, juga resolusi ini," kata

juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland.

Amerika Serikat, juga Israel bersikukuh, satu-satunya jalan adalah

Pelestina dan negara zionis itu duduk bersama di meja perundingan,

meretas perjanjian damai.

Peta pendukung vs penentang

Selain Liga Arab dan negara muslim, sikap bangsa-bangsa lain masih

terbelah soal peningkatan status Palestina.

Bangsa yang mendukung atau kemungkinan mendukung adalah:

Prancis, Spanyol, Norwegia, Swiss, Austria, Denmark, Turki, Cina, Rusia,

India, Brazil, Afrika Selatan, dan Nigeria.

Yang menentang atau mungkin menentang:  Israel, Amerika Serikat,

Jerman, dan Belanda.

Sementara, yang kemungkinan abstain: Inggris, Australia, Belgia, dan

Kolombia.