W20: Perempuan berperan besar ciptakan lapangan kerja

Chair W20 Indonesia Hadriani Uli Silalahi mengatakan para perempuan Indonesia berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja.

"Perempuan memainkan peran besar dalam menciptakan lapangan kerja atau menjadi wiraswasta," kata Uli dalam webinar bertajuk Digital Cooperative Transformation: The Realization of Food Independence dan Emprovement of Woman in MSMEs Through Cooperative yang diikuti di Jakarta, Senin.

Hal itu karena 62 persen usaha mikro dimiliki oleh perempuan yang berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja. Namun, ada banyak tantangan yang dihadapi pengusaha perempuan, di antaranya kurangnya literasi keuangan, kurangnya akses terhadap kredit dan investasi, masih rendahnya penguasaan teknologi digital, dan hal lainnya.

Baca juga: W20 momentum promosikan UMKM khas Danau Toba lebih mendunia

Sebagai upaya untuk mendukung keberadaan UMKM perempuan, W20 Indonesia telah meluncurkan program Sispreneur dan Inkubasi W20 untuk UMKM perempuan dengan total dana Rp300 juta bagi pemenang.

"Bagaimana kita dapat berkontribusi langsung ke UMKM perempuan dengan memberi mereka pelatihan, pendanaan dan mengalokasikan minimal satu persen dari pajak minimum global yang baru, setidaknya 15 persen pada perusahaan untuk mendanai UMKM yang dimiliki dan dipimpin oleh perempuan," katanya.

Dalam webinar tersebut, Uli juga menerangkan bahwa pada pertemuan puncak W20, pihaknya telah menyerahkan komunike W20 kepada Sherpa G20. Komunike tersebut meliputi isu-isu UMKM yang dipimpin dan dimiliki perempuan, kebijakan dan ekosistem kewirausahaan perempuan untuk mempercepat pertumbuhan serta penggunaan teknologi digital yang mendukung pertumbuhan UMKM.

Baca juga: Delegasi W20 berburu produk UMKM khas Danau Toba

Baca juga: W20 Indonesia-KADIN dorong penguatan SDM perempuan

Pihaknya mengapresiasi Kementerian Koperasi dan UKM dan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang mendukung para pengusaha perempuan untuk mencapai praktik bisnis yang inklusif.

"Semoga ke depan kita akan melihat lebih banyak komitmen yang ditunjukkan oleh pemerintah, asosiasi, pemilik bisnis untuk mendukung bisnis yang dipimpin oleh perempuan," katanya.