W20 tingkatkan partisipasi perempuan dalam pengadaan barang dan jasa

·Bacaan 2 menit

Chair Women-20 (W20) Hadriani Uli Silalahi menyampaikan bahwa Indonesia bersama delegasi anggota G20 telah sepakat untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam proses public procurement (pengadaan barang dan jasa).

“Bersama dengan delegasi Amerika kita membuat We Act Inisiative dimana kita memiliki tujuan meningkatkan partisipasi perempuan dalam public procurement dengan membuat produk kerja sama dengan ITC,” kata Uli dalam Bincang Kartini Masa Kini yang dilaksanakan secara daring di Jakarta, Kamis.

Melalui gerakan tersebut, lanjutnya, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran bahwa jumlah perusahaan perempuan yang berhasil masuk ke pengadaan sangat kecil.

Untuk di Indonesia, W20 membuat program W-20 Sistpreneur yang menjadi ajang inkubasi bagi pelaku UMKM perempuan. Tujuannya agar negara-negara G20 bisa mendukung pemberdayaan ekonomi bagi perempuan.

“Ini sebelumnya belum ada dan syukur kita dari Indonesia menunjukkan bahwa kita tidak hanya sekedar meeting dan membuat kebijakan saja tapi kita sudah membuat action plan,” ujar Uli.

W-20 bahkan sudah membuat pengukuran terkait capaian dari kebijakan dan rencana aksi yang bisa langsung dirasakan oleh para perempuan khususnya perempuan Indonesia.
Baca juga: Teten: Perempuan merupakan pemain utama keberlanjutan bisnis UKM

Lebih lanjut Uli menyampaikan W-20 memiliki empat program prioritas yang berkaitan dengan ekonomi. Isu tersebut juga berkaitan dengan isu-isu yang sebelumnya telah disorot dari Presidensi W20 periode sebelumnya yakni Jepang, Arab Saudi dan Italia.

“Masalah itu masih tetap ada dan masih tetap kita tangani. Selain itu kita memastikan untuk mengatasi inklusivitas pada masalah yang muncul dan kontekstual,” ucapnya.

Negara-negara delegasi sepakat untuk membahas isu inklusifitas kesehatan yang menjadi peranan penting dan sejalan dengan keprihatinan negara-negara G20. Selain itu, W20 juga sepakat untuk memberikan inklusifitas pada perempuan di pedesaan dan disabilitas agar tidak tertinggal dalam transformasi digital.

“Isu-isu ini tentu nyambung kepada inklusi ekonomi dimana tentunya berkaitan dengan UMKM dan juga isu yang belum selesai itu adalah diskriminasi terhadap perempuan,” kata dia.

Adapun ajang utama W20 baru akan dilaksanakan pada Juli 2022, namun ajang tambahan sudah mulai dilakukan dengan lokasi perdana berada di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada 14-16 Februari lalu.

Baca juga: W20 bangun sinergi pemberdayaan UMKM perempuan berkebutuhan khusus
Baca juga: Menteri PPPA dorong UMKM perempuan terus berkembang di tengah pandemi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel