Wabah Corona Bawa Hikmah Bagi E-Commerce

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari

VIVA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong platform e-commerce untuk menjaga keamanan data pribadi pengguna yang dimulai dari penjual hingga pembeli.

Pesan ini disampaikan tak lama setelah adanya tiga kejadian penjualan data pribadi oleh peretas selama kurang dari dua minggu dalam satu bulan. Tiga kejadian yang dimaksud adalah peretasan terhadap tiga e-commerce besar di Indonesia, yaitu Tokopedia, Bukalapak, dan Bhinneka.com.

"Saya hanya berpesan agar keamanan data pribadi dari UKM, dari konsumen harus betul-betul dijaga. Jangan sampai semangat dan momentum yang saat ini jadi turun akibat aksi peretasan," kata dia, dalam konferensi pers virtual peluncuran Gerakan Nasional #BanggaBuatanIndonesia, Kamis, 14 Mei 2020.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea), Ignatius Untung, menjelaskan jika para pelaku e-commerce berusaha membantu UKM untuk bisa berjualan secara online saat pandemi COVID-19 menyerang Indonesia.

Dengan membantu UKM akan menjadi jalan pemain e-commerce untuk bisa membantu berkontribusi membangkitkan ekonomi Indonesia saat ini. Ia juga menjelaskan jika wabah Corona membawa hikmah tersendiri, yaitu saat orang-orang dipaksa untuk berpindah menggunakan platform online.

"Kita melihat bahwa ada hikmah buat kita semua bahwa orang dipaksa untuk online. Karena untuk bertahan sekarang online," kata Untung.

Menurutnya, online dan offline menjadi pertentangan sendiri beberapa waktu lalu. Faktanya saat ini, lanjut Untung, kedua cara penjualan itu harus berjalan berdampingan.

Misalnya saja convenience store yang merambah berjualan secara online. Saat para penjual berpindah online dan e-commerce sudah membantu memuluskan jalan itu, Untung mengatakan, kini saatnya bagi masyarakat bantu dengan membeli barang lokal.