Wabah PMK Merebak, Kontes Adu Domba Garut Dihentikan Sementara

Merdeka.com - Merdeka.com - Kontes adu domba dan kegiatan lain yang berkaitan dengan peternakan di Garut dihentikan sementara. Langkah ini diambil menyusul merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah itu.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut Sofyan Yani menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, ratusan sapi dan belasan domba terkonfirmasi positif PMK. Dia merinci, 381 ekor sapi dan 16 domba terjangkit wabah itu.

"Awalnya 173 di 4 kecamatan, sampai sekarang perkembangannya meningkat dari populasi dari lokasi terdampak 530 terinfeksi, 381 positif. Selain sapi ada domba. Yang domba ada 9 di Kecamatan Lele, 7 di Kecamatan Cisurupan," jelas Sofyan, Kamis (12/5).

Dari 381 sapi yang terserang PMK, 331 ekor di antaranya adalah jenis sapi potong. Sisa 50 ekor merupakan sapi perah. "Semua positif PMK, semua sudah uji lab, kami tidak bisa menentukan wabah tanpa hasil uji lab," jelasnya.

Tersebar di Sejumlah Kecamatan

Hewan-hewan yang terserang PMK tersebar di sejumlah kecamatan, mulai Leles, Garut Kota, Cisurupan, Cikajang, Banyuresmi, Wanaraja, Karangpawitan, dan Cilawu. Seluruh hewan yang terserang PMK memiliki ciri-ciri yang sama, mulai mulut berair liur, kuku kakinya melepuh dan berdarah sehingga roboh, dan putingnya berdarah.

Peristiwa wabah PMK yang menyerang ratusan hewan ternak di Garut sangat merugikan para petani. "Di sapi perah hasil susunya menurun, yang potong jadi kurus," ucapnya.

Dari ratusan hewan yang dipastikan positif PMK, lima di antaranya sudah mati dan kemudian dikubur atau dibakar. Sebagian ada yang dipotong paksa agar tidak terlalu merugi saat melihat kondisi hewannya sudah jatuh dan khawatir mati.

Pemotongan Ternak Disarankan di RPH Pemerintah

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut merekomendasikan petani yang hewan ternaknya diserang PMK dan hendak dipotong paksa, melakukannya di rumah potong hewan (RPH) milik pemerintah.

"Agar bisa dikendalikan nanti sumber penyakitnya. Selain itu juga ada bagian-bagian yang tidak boleh dikonsumsi, mulai jeroan, kepala dan kaki, kalau yang lainnya boleh asal diproses sesuai ketentuan. Mulai direbut dengan air yang sangat panas atau dibekukan dengan suhu yang dingin,” ungkapnya.

Selain itu, Sofyan mengaku sudah melakukan penanganan untuk mencegah penyebaran PMK, mulai melakukan identifikasi data, koordinasi ke pemerintah pusat dan provinsi, hingga melakukan pengamanan lingkup kandang.

"Kandang harus bersih dan steril dan disemprot disinfektan, hewannya harus dibersihkan, tempat pakannya juga. Kemudian orang atau manusianya harus steril. Kalau sudah sudah wabah gini tidak boleh masuk lalu lintas orang, karena bisa menjadi media penularan," jelasnya.

Pasar Hewan Ditutup

Alat-alat pertanian, seperti sepatu dan lainnya, harus steril. Jika sudah meninjau lokasi hewan yang sakit, tidak diperkenankan ke kandang ternak yang sehat.

Selain itu juga, pihaknya akan mengeluarkan imbauan terkait hal-hal yang bisa menyebabkan terjadinya penularan. Bahkan pasar hewan ditutup sementara sampai situasi terkendali.

"Mulai minggu depan ditutup. Memang ada pro kontra, tapi demi keamanan. Kemudian kegiatan-kegiatan lain terkait peternakan, seperti kontes ternak, adu domba ditangguhkan sementara karena ini juga sumber penyebaran penyakit," pungkasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel