Wabah Virus Corona Belum Teratasi, Sikap Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 Masih Sama

Liputan6.com, Tokyo - Jepang menjadi salah satu negara di luar China yang terdampak penyebaran virus corona model terbaru atau yang saat ini dikenal dengan nama COVID-19. Namun pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 menegaskan tidak berniat menunda pesta olahraga multicabang empat tahunan itu.

Virus corona model terbaru hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 1000 jiwa dan menjangkiti 60.374orang. Sebagian besar korban berasal dari China, yang menjadi lokasi penemuan virus. 

Virus juga sudah menyebar ke sejumlah negara, termasuk Jepang. Seperti dilansir Channel News Asia, meski belum ditemukan korban tewas, jumlah pasien yang terinfeksi sudah mencapai 28 orang di mana empat di antaranya dalam kondisi kritis. Sementara itu, 174 lainnya termasuk petugas karantina juga diketahui terinfeksi di kapal pesiar yang saat ini tengah mengapung di lepas pantai Jepang.

Wabah virus corona model terbaru juga membuat sejumlah agenda olahraga dibatalkan. Salah satunya adalah balapan Formula E yang harusnya berlangsung di China, bulan Maret mendatang. Nasib yang sama juga dialami seri Formula 1 yang seharusnya berlangsung di Shanghai International Circuit.

Dengan hanya menyisakan 162 hari lagi, banyak mempertanyakan kelangsungan Olimpiade Tokyo 2020. Tidak sedikit yang khawatir, agenda ini justru semakin memperparah penyebaran virus COVID-19. Maklum, selama acara ribuan orang dari berbagai penjuru akan berdatangan ke Jepang. 

Terkait hal ini, CEO Tokyo 2020, Yoshiro Mori, sudah bertemu dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC). Dalam pertemuan itu, Mori dengan tegas menyatakan kesiapan Jepang menjadi tuan rumah. 

"Dengan segala hormat kepada virus corona...ada banyak rumor tidak bertanggung jawab, tapi saya ingin memperjelas kalau kami tidak berpikir untuk menunda atau membatalkan agenda ini," katanya.

"Kami ingin berkoordinasi dengan pemerintah dan bertindak dengan tenang," bebernya. 

 

Berharap pada Hujan

Kapal tongkang membawa Cincin Olimpiade di Distrik Odaiba, Tokyo, Jepang, Jumat (17/1/2020). Cincin Olimpiade dengan tinggi 15,3 meter dan panjang 32,6 meter tersebut akan berada di sana hingga Olimpiade 2020 berakhir. (AP Photo/Jae C. Hong)

Sejak ditemukan pertama kali di kota Wuhan, China, Desember lalu, penyebaran virus corona model terbaru belum juga bisa diatasi hingga saat ini. Hingga Kamis (13/2/2020), ditemukan 242 korban tewas baru di  provinsi Hubei dengan tambahan 15 ribu pasien baru yang terinfeksi virus COVID-19.

Dalam pertemuan dengan IOC, Penangggung jawab kampung atlet Olimpiade 2020, Saburo Kawabuchi, mengaku belum melihat tanda-tanda wabah ini bakal berakhir. Meski demikian, Kawabuchi berharap perubahan musim yang sebentar lagi terjadi bisa menghambat penyebaran virus COVID-19.

"Kami punya musim hujan yang mampu mengalahkan virus itu," katanya. 

 

Bekerja Maksimal

Sejumlah orang makan di restoran hotel ketika kapal tongkang membawa Cincin Olimpiade di Distrik Odaiba, Tokyo, Jepang, Jumat (17/1/2020). Cincin Olimpiade dengan tinggi 15,3 meter dan panjang 32,6 meter tersebut akan berada di sana hingga Olimpiade 2020 berakhir. (AP Photo/Jae C. Hong)

Olimpiade Tokyo 2020 akan berlangsung mulai bulan Juli mendatang. Sebanyak 206 negara termasuk Indonesia bakal ikut ambil bagian pada pesta olahraga multicabang paling bergengsi di dunia itu. 

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, juga berjanji akan mengerahkan segala upaya untuk mencegah penyebaran virus corona model terbaru ini sampai mengganggu Olimpiade Tokyo 2020. 

 

Saksikan juga video menarik di bawah ini: