Wabup Sleman harapkan adanya forum bersama untuk menangani "klithih"

·Bacaan 2 menit

Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Danang Maharsa berharap adanya wadah ataupun forum bersama yang khusus menangani permasalahan "kejahatan jalanan" yang dilakukan anak usia sekolah atau "klithih".

"Semua pihak harus berperan aktif dalam upaya pencegahan terjadinya kasus 'klitih' ini," kata Danang Maharsa di Sleman, Kamis.

Menurut dia, dengan adanya forum bersama ini diharapkan dengan adanya wadah ini, penyelesaian soal "klithih" bisa lebih efektif dan efisien.

"Tidak hanya para pemangku kepentingan yang terlibat, pihak keamanan TNI-Polri, pendidikan sekolah dan peran serta orang tua agar supaya mengawasi anak-anak tetap harus dilakukan," katanya.

Baca juga: Puan Maharani bicarakan soal "klithih" dengan Gubernur DIY

Ia mengatakan, kasus "klithih" ini sudah cukup lama terjadi di DIY tak terkecuali di Kabupaten Sleman yang banyak melibatkan anak-anak dan remaja usia sekolah SMP dan SMA.

"Kembali maraknya aksi "klithih" ini sangat meresahkan masyarakat di Sleman, dan DIY pada umumnya akhir-akhir ini. Tentunya kita sangat prihatin, anak-anak seusai belasan mempunyai keberanian untuk menyakiti sesamanya, bahkan sampai ada korban yang tewas," katanya.

Kasus terbaru yakni terjadi pada Senin 27 Desember 2021 dini hari di Jalan Kaliurang Km 9, Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Pada kejadian tersebut, dua anak remaja dibacok orang tak dikenal.

Danang mengatakan persoalan 'klitih' harus segera terselesaikan dikarenakan anak merupakan aset bangsa yang kelak akan menjadi penerus.

Baca juga: DPD RI dorong wadah pendidikan khusus anak pelaku kejahatan di DIY

"Anak-anak ini adalah aset kita bersama karena kelak, merekalah yang akan menjadi penerus. Persoalan klithih adalah persoalan kita semua. Kita harus memberikan jalan masa depan yang baik buat anak-anak kita semua," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga banyak mendengar bahwa sebenarnya banyak orangtua yang mengetahui anaknya keluar rumah pada malam hari, bahkan orangtua juga tahu kalau saat pergi anaknya membawa sepeda motor dan ada yang membawa senjata tajam maupun rumput.

"Tetapi kenyataannya banyak orangtua yang tidak mampu mencegah, karena mereka juga takut diancam oleh anaknya dan khawatir justru menjadi korban kekerasan dari anaknya sendiri. Dengan kondisi seperti ini maka sangat dibutuhkan adanya forum bersama untuk penanganan 'klithih'," katanya.

Baca juga: Pakar: Komjen Listyo fokus perangi kejahatan jalanan dan kerah putih

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel