Wacana Liga 1 2021: Duel Kontra Persebaya Harus di Tempat Netral, Arema Usulkan Venue di Lapangan TNI atau Polri

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Malang - PSSI dan PT Liga Indonesia Baru memutuskan kompetisi Liga 2021 bakal digelar tanpa penonton dan melarang nobar. Selain itu, laga el clasico Persib lawan Persija dan Persebaya lawan Arema FC harus digelar di tempat netral.

Dua laga tersebut harus dihelat di tempat netral karena bertensi tinggi. Suporter tim tersebut juga punya hubungan kurang harmonis.

Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, punya masukan menarik menyikapi laga el clasico yang bakal digelar di tempat netral.

“Saya setuju kalau pertandingan big match tersebut digelar di tempat netral. Tujuannya menghindari keramaian di masa pandemi seperti ini. Tapi saya punya masukan. Jangan asal menentukan tempat netralnya. Lebih baik digelar di lapangan milik TNI atau Polri. Itu lebih aman,” kata Kuncoro, Sabtu (14/2/2021).

Dia mencontohkan pertandingan semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 antara Persebaya lawan Arema FC. Pertandingan itu sudah digelar di tempat netral, Stadion Supriyadi, Blitar dan tanpa penonton.

Namun, saat itu kerusuhan tetap terjadi, karena Bonekmania dan Aremania sama-sama berangkat ke Blitar dengan tujuan memberi dukungan dari luar area stadion. Dua suporter bentrok di radius kurang lebih 500 meter dari stadion. Beberapa sepeda motor terbakar di jalan raya.

Suporter Pasti Berpikir Dua Kali untuk Datang

Pemain Arema, Nasir, berebut bola dengan pemain Persebaya Surabaya, Irfan Jaya, dalam laga pekan ke-14 Shopee Liga 1 2019 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (15/8/2019). (Bola.com/Aditya Wany)
Pemain Arema, Nasir, berebut bola dengan pemain Persebaya Surabaya, Irfan Jaya, dalam laga pekan ke-14 Shopee Liga 1 2019 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (15/8/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

“Jangan sampai memilih tempat netral seperti itu lagi, karena masih ada kemungkinan suporter datang. Kalau di lapangan TNI atau Polri rasanya aman. Suporter pasti berpikir dua kali untuk datang. Standart lapangannya saya rasa banyak yang memenuhi syarat,” ujar Kuncoro.

Sebenarnya, jika pertandingan digelar di kandang masing-masing klub, risiko bentrokan suporter justru minim, karena suporter tidak akan saling berkunjung. Tapi risikonya ada pada klub yang sedang bertamu.

Misalnya Arema away ke Surabaya atau sebaliknya, ada peluang suporter tuan rumah berkumpul melakukan teror sebelum pertandingan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini