Wacana Liga Super Eropa Mengemuka, Toni Kroos: Kita Hanyalah Boneka FIFA dan UEFA

·Bacaan 2 menit
4. Toni Kross - Gelandang berusia 30 tahun ini tampil apik di lini tengah Real Madrid pada kompetisi Liga Champions 2019/2020. Meski gagal membawa Real Madrid meraih gelar juara Liga Champions, Kroos mampu membuktikan dirinya sebagai gelandang terbaik. (AFP/Javier Soriano)
4. Toni Kross - Gelandang berusia 30 tahun ini tampil apik di lini tengah Real Madrid pada kompetisi Liga Champions 2019/2020. Meski gagal membawa Real Madrid meraih gelar juara Liga Champions, Kroos mampu membuktikan dirinya sebagai gelandang terbaik. (AFP/Javier Soriano)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Real Madrid, Toni Kroos, mengecam gagasan Liga Super Eropa. Ia mengatakan, "Sayangnya, kami sebagai pemain tidak bisa memutuskan. Kami hanyalah boneka FIFA dan UEFA."

Bulan lalu, presiden klub Barcelona, Josep Maria Bartomeu mengonfirmasi bahwa klub telah menerima undangan untuk bermain di Liga Super Eropa. Pria yang sudah mundur dari jabatannya di Camp Nou itu menilai bahwa kompetisi tersebut bisa menjami keuntungan buat klub.

"Barcelona telah menerima proposal untuk bermain di Liga Super Eropa. Ini akan menjamin kelangsungan finansial klub ke depan," kata Bartomeu.

Dilansir dari Diario AS, Real Madrid juga telah mengkonfirmasi pembicaraan tersebut. Sama halnya dengan Atletico Madrid yang juga kemungkinan akan terlibat.

Kroos mengatakan kepada podcast Luppen bad Einfach bahwa dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Andai saja ada asosiasi pemain sepak bola, maka dijamin tak akan ada Nations League dan Piala Super Spanyol digelar di Arab Saudi.

Pemain Timnas Jerman itu beranggapan, banyaknya kompetisi yang berorientasi pada uang semata, di sisi lain, merugikan pemain. Fisik bisa terkuras, sementara waktu istirahat makin sempit.

"Sayangnya, kami tidak memutuskan sebagai pemain. Kami hanyalah boneka FIFA dan UEFA. Jika ada persatuan pemain, kami tidak akan memainkan Nations League atau Piala Super Spanyol di Arab Saudi," kata Kroos lagi.

“Kompetisi ini mencoba menyerap segalanya secara finansial, dan mereka juga memeras pemain secara fisik," kata Toni Kroos lagi.

Kalau Berjalan dengan Baik Ya Teruskan Saja

Menariknya, Toni Kroos tidak serta merta menolak wacana Liga Super Eropa. Baginya, jika memang penyelenggaraan berjalan dengan baik dan nilai kompetisi juga bergengsi, maka hal-hal lain bisa dikesampingkan.

"Kalau kompetisi berjalan dengan baik, ya lanjutkan saja. Kami sudah ikut Liga Champions, Piala Dunia. Jadi dari segi olahraga, tentu akan menarik karena ada nilai kompetitifnya. Kekurangannya adalah, gap antara klub kecil dengan besar makin terlihat."

"Kompetisi sepak bola itu tidak harus selalu berorientasi pada uang saja," katanya memungkasi.

Pemain internasional Jerman ini telah menjadi pemain inti Madrid selama enam tahun terakhir dan memiliki kontrak dengan klub hingga musim panas 2023.

Sumber: Football Espana

Video