Wacana Pemindahan Ibu Kota Jakarta Jangan karena Banjir

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana pemindahan Ibu Kota Jakarta kembali mengemuka setelah banjir melanda Jakarta beberapa hari terakhir.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, wacana itu harus dikaji secara mendalam.

"Jadi harus dikaji betul secara detil, jangan semata emosional soal banjir," kata Tjahjo ketika dihubungi wartawan, Kamis (17/1/2013).

Tjahjo mengungkapkan, untuk pemindahan Ibu Kota harus memperhatikan iklim geopolitik. Pemisahan Ibu Kota pemerintahan dengan pusat perekonomian perlu jadi pertimbangan.

Ia mengatakan, wacana Ibu Kota yakni di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, secara geografis menguntungkan di tengah Asia Pasifik dan praktis daerah tahan gempa.

"Tapi dari sisi pertimbangan sebagai kota metropolitan kurang mendukung sarana prasarananya, misalnya soal air bersih dan lain-lain," kata Tjahjo.

Anggota Komisi I DPR ini mencontohkan negara India yang hingga kini belum dapat mengatasi problema banjir.

Menurut Tjahjo, untuk Jakarta, masalah banjir harus dilakukan secara terpadu dengan provinsi lainnya.

"Soal penghijuan dan soal penataan saluran air dan problema DKI sudah di bawah permukaan air laut seperti Belanda, perlu kajian yang komprehensif, tidak emosional," katanya.

BACA JUGA:

  • Sutiyoso: Banjir 2007 Lebih Dahsyat Dibanding 2013
  • Penyuluh Harus Dibekali Pengetahuan Olah Hasil Pertanian
  • Datangi Korban Banjir di Cawang, Ibas Bawa Makanan…
  • Jokowi: Kalau Darurat, Anggaran itu Nomor Sekian
  • KRL Commuter Line Masih Diberangkatkan dari
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.