Wacana Reshuffle, Relawan Jokowi Ingatkan Nawacita Jadi Pertimbangan Kandidat

·Bacaan 1 menit
Presiden Joko Widodo merapihkan masker yang digunakannya saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Dalam kunjungannya Jokowi memastikan Rumah Sakit Darurat siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah dua menteri Presiden Joko Widodo atau Jokowi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), wacana reshuffle kabinet kian mengemuka. Bahkan dikabarkan akan dilakukan di bulan Desember ini.

Hal ini dipandang oleh sebagian relawan Jokowi, agar Presiden bisa kembali mengingatkan para jajaran menterinya untuk mengembangkan Nawacita. Dan relawan punya peran dalam penyusunan Nawacita tersebut.

"Nawacita adalah sebuah naskah perjuangan yang menjadi inspirasi RPJMN 2015-2019 dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," kata Ketua Bidang Kelembagaan dan Hubungan Antar-Lembaga, Seknas Jokowi, Dono Prasetyo melalui keterangannya, Jumat (18/12/2020).

Karena itu, dalam reshuffle nanti, ada baiknya Jokowi mempertimbangkan kandidat yang mengerti betul akan arti Nawacita tersebut.

"Konsep Nawacita perlu menjadi bahan masukan dan turut memberi warna dalam reshuffle yang hari-hari ini sedang dalam proses pematangan," jelas Dono.

Usulkan Nama Relawan

Menurut Dono, tak ada salahnya sejumlah nama relawan bisa jadi pertimbangkan Jokowi untuk mengisi kursi kosong di KKP dan Kemensos. Sebab, para relawan paham dan ikut andil dalam penyusunan Nawacita.

Nama-nama yang diusulkan di antaranya ada Sekjen Seknas Jokowi, Dedy Mawardi, lalu ada relawan lainnya Ammarsyah dan Victor Sirait.

"Dan Budi Ari Setiadi (Wamendes)," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: