Wacana Wisma Atlet Diaktifkan Lagi saat Covid-19 Naik, Ini Penjelasan Kemenkes

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana untuk mengaktifkan kembali Rumah Susun (Rusun) Wisma Atlet Kemayoran sebagai layanan isolasi Covid-19 terpusat. Meskipun demikian, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menetapkan PPKM level 1 di seluruh wilayah Indonesia pada Selasa (8/11).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, pengaktifan Wisma Atlet merupakan bentuk mitigasi bagi masyarakat yang sulit melakukan isolasi mandiri (isoman).

"Ini rencana untuk mitigasi masyarakat yang mungkin sulit melakukan isoman atau yang punya risiko (bagi) lansia, (yang) punya komorbid," kata Nadia kepada merdeka.com, Jumat (11/11).

Meskipun demikian, Nadia belum mengungkapkan kapan mengaktifkan Wisma Atlet karena masih berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Kita lagi bahas ya karena ini juga sama Satgas (Covid-19 dan) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," tambah Nadia.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang berkoordinasi untuk mengaktifkan kembali Rumah Susun (Rusun) Wisma Atlet sebagai layanan isolasi Covid-19 terpusat. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kemenkes Muhammad Syahril dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Kamis (10/11).

"Isolasi terpusat kalau ternyata terjadi lonjakan kasus, saat ini Kemenkes sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk kepada Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mengaktifkan kembali layanan isolasi terpusat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet," kata Syahril.

Meskipun demikian, masa pinjam rumah susun (rusun) Wisma Atlet Kemayoran sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC-19) akan segera berakhir pada akhir 2022.

Mengacu pada perjanjian kerjasama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), status Wisma Atlet Kemayoran sebagai RSDC-19 akan segera berakhir pada 31 Desember 2022. [ray]