Waduh, 10 Anggota DPRD Surabaya Terpapar COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebanyak sepuluh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Jawa Timur, dilaporkan terkonfirmasi positif COVID-19. Mereka semua kini memilih mengisolasi mandiri.

Meski demikian, pelayanan di kantor DPRD setempat masih berjalan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni membenarkan informasi sejumlah koleganya tertular COVID-19.

"Memang ada kolega kami yang berdasarkan hasil tes swab positif (COVID-19). Tapi itu berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, kami masih menunggu hasil dari Dinkes Surabaya terkait hal itu,” kata Toni, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi VIVA pada Kamis malam, 10 Juni 2021.

Ia menjelaskan, mulanya pada Senin lalu, 6 Juni 2021, ada satu anggota dewan menyampaikan bahwa ia positif COVID-19 setelah melakukan tes usap. Ia berinisiatif melakukan tes usap setelah mengalami demam.

Kemudian, keesokan harinya semua anggota DPRD Surabaya yang berjumlah 50 orang melakukan tes usap PCR. "Hasilnya ada beberapa kolega kami yang positif,” ujarnya.

Ketua DPD Partai Golkar Surabaya itu membenarkan kabar yang berkembang bahwa total anggota DPRD Surabaya yang terpapar COVID-19 sebanyak sepuluh orang. Mereka semua tidak dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatannya masih baik.

"Kolega kami memilih isolasi mandiri dengan cara masing-masing," kata Toni.

Terkait kabar satu di antara sepuluh legislator yang terpapar COVID-19 adalah Ketua DPRD Surabaya Awi Setiono, Toni tak menjawab secara pasti. Ia hanya bilang, mereka yang terpapar berasal dari lintas komisi dan lintas fraksi. “Kalau saya sendiri hasil tes PCR negatif,” lanjutnya.

Toni mengaku belum mengetahui dari mana awal COVID-19 memapar anggota dewan. Di lingkungan kantor dewan sendiri protokol kesehatan diterapkan secara ketat dan seluruh anggota dewan serta pegawai dites usap secara rutin setiap minggu.

Namun, ia mengakui bahwa aktivitas anggota dewan di luar kantor memang padat. “Karena kami wakil rakyat,” sebutnya.

Toni membantah kantor DPRD Surabaya ditutup sementara atau lockdown gara-gara itu. Menurutnya, pelayanan tetap berjalan sebagaimana mestinya namun protokol kesehatan lebih ketat. Ia sendiri mengaku masih bertugas di kantor dewan pada Kamis tadi. "Saya tadi seharian dan pulang Magrib," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel