Waduh, Letjen TNI Prabowo Pernah Minta Celana Dalam dari Lembah Tidar

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Bukan perkara mudah bagi seorang Letjen TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo untuk meraih pencapaian tinggi di dunia militer. Ya, Prabowo harus melewati berbagai rintangan sejak masih menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) hingga jadi jenderal bintang tiga.

Menurut catatan yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi Akmil, pria yang besar namanya di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini merupakan alumni tahun 1974. Saat itu, Akmil masih bernama Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).

Dalam catatan lain yang dinukil VIVA Militer dari buku otobiografi "Prabowo Subianto Jalan Terjal Seorang Jenderal", disebutkan bahwa pria kelahiran Jakarta 17 Oktober 1951 ini adalah Taruna yang cerdas saat menempuh pendidikan di AKABRI. Namun demikian, Prabowo ternyata cukup kesulitan untuk beradaptasi di lingkungan yang terbilang sangat keras.

Kesulitan Prabowo untuk beradaptasi tak lain karena ia adalah anak seorang pejabat negara di era pemerintahan Presiden Republik Indonesia (RI) pertama, Ir. Soekarno. Ya, ayah Prabowo adalah Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, begawan ekonomi Indonesia yang pernah menduduki empat posisi mentri.

Semasa kecil, Prabowo lebih banyak tinggal di luar negeri mengikuti sang ayah. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) tercatat pernah tinggal di Singapura, Hongkong, Swiss, hingga Inggris.

Oleh sebab itu, semasa baru memulai pendidikan di AKABRI Prabowo sulit untuk berbicara menggunakan Bahasa Indonesia. Ia bahkan secara khusus diberikan bimbingan khusus belajar Bahasa Indonesia.

Dikenal sebagai pemuda yang cerdas, Prabowo disebut selalu serius saat mengikuti pelajaran di dalam kelas AKABRI. Namun demikian, Prabowo justru tak pernah mencatat apa yang diterangkan oleh dosennya. Siapa sangka, meski tak pernah mencatat nilai Prabowo selalu bagus saat ujian.

Tak cuma di dalam kelas, Prabowo juga harus mengikuti pendidikan fisik dan pertempuran di luar kelas. Hal ini jelas menguras tenaga dan membuat banyak pakaian Prabowo kotor.

Muncul lah cerita unik dari sini. Ya, semasa masih menjadi Taruna Akmil di Lembah Tidar, Prabowo sama sekali tak pernah mencuci celana dalamnya. Setiap habis mandi, Prabowo selalu membuang celana dalamnya yang sudah kotor.

Wajar saja Prabowo tak pernah mencuci celana dalamnya. Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat ini selalu meminta dikirimkan celana dalam baru ke sang ibu, Dora Marie Sigar.

Itu lah sepenggal kisah unik dari sosok seorang Purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat, yang sekarang menduduki kursi Menteri Pertahanan RI.