Waduh, Lima Polisi Ini Positif Konsumsi Narkoba

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI---Dari 57 anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polda Jambi yang mengikuti tes urine, ternyata lima personel diduga kuat mengonsumsi barang haram itu karena hasilnya positif.

"Tes urine yang dilakukan secara mendadak atas perintah Kapolda Jambi, Brigjen Pol Anang Iskandar," kata Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah di Jambi, Rabu (11/4), membenarkan hasil tes urine itu.

Tes urine yang dilakukan secara mendadak itu, sesuai instruksi Kapolda Jami hanya khusus untuk satuan narkoba dengan melibatkan 57 anggotanya.

Tujuannya untuk jaminan bahwa anggota Satnarkoba Jambi bebas dari narkotika dan obat-obat berbahaya sehingga dalam menjalankan tugasnya bisa benar-benar maksimal dan bersih.

"Kapolda Jambi ingin agar anggota satuan Narkobanya dalam menjalankan tugas benar-benar bersih dan terbebas dari pemakaian barang haram tersebut," katanya menegaskan.

Tim dokter Polda Jambi usai mengambil sampel dari ke-57 anggota Satnarkoba, memastikan bahwa lima orang dinyatakan positif mengkonsumsi Narkoba (narkotika dan obat-obat berbahaya) jenis amfetamin dan metafetamin.

Kepada anggota yang positif menggunakan barang haram tersebut akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan. Jika memang terbukti mengkonsumsinya maka akan dikenakan saksi terhadap mereka.

Hasil pemeriksaan urine dari ke-57 anggota satuan narkoba Polda Jambi langsung diketahui beberapa jam kemudian ada lima anggota satnarkoba yang hasil urinenya positif mengkonsumsi narkoba.

Berdasarkan data Polda Jambi bahwa kelima anggota yang urinenya positif itu, yakni satu anggota perwira pertama berpangkat Ipda serta yang lainnya bintara kepolisian.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.