Waduh, Seorang Ustad Berani Memaksa Jenderal Bintang 3 TNI

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Lebih dari 30 tahun mengabdikan diri sebagai seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), Letjen TNI (Purn.) Edy Rahmayadi dikenal sebagai sosok yang lugas dan tegas. Siapa sangka, ada sebuah momen di mana mantan Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 100/Prajurit Setia ini mendapat paksaan dari seorang pemuka agama.

Dalam oantauan VIVA Militer dari sebuah video yang diunggah di akun Youtube resmi Edy Rahmayadi, terlihat seorang pemuka agama Islam yakni Ustadz H. Amhar Nasution, dengan berani memaksa Edy. Saat itu, Edy masih menduduki posisi sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Jangan salah sangka, ternyata Ustadz Amhar bukan memberikan paksaan dalam hal negatif. Kala itu, Amhar yang merupakan warga Sumatera Utara (Sumut) menyatakan sudah lelah mendengar sejumlah Gubernur Sumut yang kerap bermasalah.

Amhar mengingat kasus korupsi yang terbukti dilakukan oleh dua orang Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho. Amhar menyatakan selama bertahun-tahun Sumatera Utara tidak mengalami pembangunan. Oleh sebab itu. Amhar berani memaksa Edy untuk menjadi Gubernur Sumut.

"Pak Pangkostrad saya bilang, saya mau paksa bapak sekali ini. Kami sudah berkali-kali berganti Gubernur Sumatera Utara, Sumatera Utara enggak pernah berubah," ujar Amhar.

"Ada yang gubernurnya dipanggil KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), ada walikota juga. Sudah capek, akhirnya Sumatera Utara ini tidak ada pembangunan bertahun-tahun. Sekarang saya paksa bapak kalau boleh menjadi Gubernur Sumatera Utara," katanya.

Pada akhirnya, Edy bersama pasangannya Musa Rajekshah berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara. Sejak 5 September 2018, Edy menduduki posisi sebagai Gubernur Sumut ke-18.

Pengalamannya memimpin di Sumatera bukan lah yang pertama kali bagi Edy. Saat masih berpangkat Mayor hingga Letnan Kolonel (Letkol) TNI, Edy banyak menghabiskan kariernya di Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan (BB).

Pria kelahiran Sabang, Aceh, 10 Maret 1961 ini pada akhirnya dipercaya menjabat Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan, pada 2015 silam.

Selain itu, saat masih aktif berdinas jebolan Akademi Militer (Akmil) 1985 ini juga diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2016 hingga 2019.