Waduk yang Dibangun Manusia Ibarat 2 Sisi Mata Uang

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Para peneliti menemukan adanya perubahan tingkat air tawar yang tertahan di sejumlah badan air di mana jumlahnya mencapai 227.386 kolam, danau, dan waduk di dunia. Baik kecil maupun besar.

Mereka menggunakan pengukuran satelit milik Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) untuk mengukur dari jarak jauh. Sementara itu penampungan air raksasa yang dikelola manusia, seperti waduk buatan, hanya terdiri dari 3,9 persen dari sistem penyimpanan air di permukaan Bumi.

Baca: Satu Miliar Tahun Lagi Oksigen akan Lenyap dari Bumi

Persentase kecil itu telah menutupi fluktuasi air tawar alami. Ketika jumlah keseluruhan permukaan air di seluruh sistem alam dan yang dikelola manusia dihitung, ternyata waduk yang dikendalikan manusia mewakili 57 persen dari semua variabilitas air permukaan.

"Kami cenderung menganggap siklus air sebagai sistem yang murni alami. Hujan dan pencairan salju mengalir ke sungai, kemudian mengalir ke laut di mana penguapan memulai seluruh siklus lagi," ungkap Ahli Geofisika dari University of Stanford, Sarah Cooley, mengutip situs Science Alert, Senin, 8 Maret 2021.

Tapi sebenarnya ada campur tangan manusia secara substansial dalam siklus tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa manusia bertanggung jawab atas sebagian besar variabilitas penyimpanan air musiman di Bumi.

Hasil dari data yang dikumpulkan selama 22 bulan oleh Ice, Cloud, and Land Elevation Satellite 2 (ICESat-2) NASA, memberikan gambaran pertama dari jenis penyimpanan air di seluruh dunia menangkap dan mengukur volume air yang kecil, seperti lapangan sepak bola dalam survei.

"Ada banyak hal yang bisa berdampak buruk bagi lingkungan. Risikonya berkisar dari efek negatif pada ekosistem alam karena kekurangan air, hingga momok emisi gas rumah kaca yang berasal dari waduk buatan," jelas Cooley.

Pada kesempatan yang sama, Ahli Lingkungan Hidup dari Brown University, Laurence Smith menambahkan, hal positif lain dari waduk yang dikelola manusia, selain sekadar mengontrol pasokan air, adalah memungkinkannya memiliki sistem tenaga air. Waduk juga berfungsi sebagai perlindungan terhadap banjir.

"Dari semua perubahan volume pada air tawar, manusia telah menguasai hampir 60 persen dari variabilitas itu. Ini adalah pengaruh yang luar biasa pada siklus air yang berkaitan dengan dampak manusia di Bumi serta penutupan lahan dan zat kimia di atmosfer," tuturnya.