Wagub Bali dorong PATA ikut jaga pariwisata tetap berkualitas

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mendorong pengurus Pacific Asia Travel Association (PATA) Bali dan Nusa Tenggara Chapter dapat menjaga kepariwisataan daerah setempat tetap berkualitas dan memegang teguh budaya.

"Kami harapkan PATA bersama pemerintah dan asosiasi yang lain membangun Bali sesuai dengan arah kebijakan yang baru, tidak sekadar meningkatkan kuantitas kunjungan," kata Wagub Bali yang akrab disapa Cok Ace itu di Denpasar, Kamis.

Saat menghadiri pengukuhan jajaran pengurus PATA Bali dan Nusa Tenggara Chapter periode 2022-2027 itu, Cok Ace mengingatkan komponen pariwisata di Pulau Dewata agar dalam mengembangkan kepariwisataan Bali tetap menjaga alam, manusia, dan budaya Bali.

"Tidak hanya sekadar meningkatkan kuantitas kunjungan, tetapi betul-betul juga menjaga dan mencegah Bali dari kerusakan-kerusakan sumber daya yang ada," kata pria yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali itu.

Baca juga: Pertukaran pemuda Singapura-Indonesia di Bali bahas isu pariwisata

Hal itu sesuai dengan amanat dalam Perda Provinsi Bali No 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali.

Pelaku pariwisata di Bali juga diharapkan dapat mengutamakan penggunaan produk-produk lokal sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018. "Kami harapkan PATA bisa tampil bersama pemerintah," ujar Cok Ace.

Ia pun mendorong dalam kegiatan promosi pariwisata dapat menggunakan berbagai kanal media yang ada, di tengah situasi hotel-hotel di Bali yang masih banyak fokus untuk menata internalnya terlebih dahulu.

Menjaga budaya dalam mengembangkan kepariwisataan Bali, kata Cok Ace, bukan berarti mengesampingkan digitalisasi.

"Digitalisasi sebagai alat, tentu akan mendukung sekali sehingga banyak kreativitas bisa dikembangkan. Contohnya saja, tarian-tarian Bali sekarang kan bisa ditampilkan luar biasa dengan dibantu sistem pencahayaan, sehingga digitalisasi dan budaya bisa saling menguatkan," ujarnya.

Baca juga: Bali Tourism Board: harga tiket jadi penghambat pemulihan pariwisata

Sementara itu, Ketua PATA Bali dan Nusa Tenggara Chapter Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan sesuai dengan tema kegiatan "PATA Bali and NT Chapter Merge in the Resilient Tourismam in Bali" tersebut, memang diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk mengembangkan dan mempertahankan kepariwisataan Bali.

"Di satu sisi kita harus mempertahankan budaya, tetapi juga dihadapkan pada digitalisasi. Kami berharap ada benang merahnya agar Bali tetap berada di puncak dan dapat memberikan kemanfaatan," ujar pria yang biasa disapa Gusde itu.

Dalam berbagai kegiatan yang digelar PATA Bali dan Nusa Tenggara Chapter itu, menurut Gusde, selain promosi pariwisata, yang menjadi penekanan PATA juga sisi edukasi dan kelestarian.

"Kami pun punya program promosi berupa PATA Travel Mart yang setiap tahun tempatnya pindah-pindah. Ini kesempatan untuk mengingat destinasi pariwisata di Bali," katanya.

Terkait keanggotaan PATA, ujar Gusde, tidak saja harus dari kalangan pariwisata, namun bisa berbagai kalangan.

"Anggota PATA bisa dari sekolah-sekolah untuk mendukung riset dan studi kelayakan, asosiasi penerbangan, hingga penyedia akomodasi. Jadi, siapapun bisa masuk karena kami membawa isu yang lebih luas, tidak saja pariwisata," ucapnya.

Dalam pengukuhan pengurus PATA Bali dan Nusa Tenggara Chapter tersebut, juga diisi dengan diskusi pariwisata yang menghadirkan para narasumber tokoh-tokoh pariwisata di Bali yakni Ketua BTB Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana, tokoh pariwisata Ida Bagus Ngurah Wijaya dan Ida Bagus Nama Rupa.