Wagub Cok Ace Harap 20 Kota di China Bisa Direct Flight ke Bali

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace berharap, dengan resminya wisatawan China masuk ke Bali kedepannya 20 kota di China bisa langsung memiliki penerbangan ke Bali. Cok Ace, mengatakan bahwa penerbangan China ke Bali sudah resmi dibuka kendati masih menggunakan pesawat carteran asal China.

"Ini sudah resmi dan sekarang diikuti dengan reguler flight lainnya," kata dia, saat ditemui di Denpasar, Bali, Senin (23/1).

"Kita harapkan semuanya (bisa direct flight) dulu ada 20 kota yang punya direct flight ke Bali, walaupun dari carteran flight maupun reguler, ada 20 kota yang masuk ke Bali jadi kita harapkan secara bertahap semua bisa masuk ke Bali," imbuhnya.

Ia juga memprediksi, jika sebelum Pandemi Covid-19 ada 1,2 juta wisatawan China ke Bali per tahun. Namun, dengan dibukanya penerbangan ke China diharapkan ada 700 wisatawan setiap harinya datang ke Bali, sehingga meningkatkan okupansi hotel di Pulau Dewata.

Selain itu, memang wisatawan China menjadi harapan pariwisata di Pulau Bali, karena tingkat kunjungan wisatawan dari sana bersaing dengan turis Australia.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bali juga menargetkan 4,5 juta wisatawan berkunjung ke Pulau Bali, dengan dibukanya penerbangan China ke Bali karena di tahun 2022 ada sebanyak 2,2 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Bali. Kemudian, untuk promosi sudah digencarkan baik secara online maupun offline.

"Tadinya 2,2 juta yang notabene Juli (2022) kita efektif bekerja dan mudah-mudahan 4,5 juta untuk kunjungan wisatawan (2023). (Promosi) semua, tidak hanya online dan offline. Berapa promosi ke luar negeri sudah kita rancang. Mudah-mudahan ini meningkatkan," jelasnya.

Sementara, untuk tantangan dalam dunia pariwisata di Bali secara global ialah adanya perang Rusia dan Ukraina yang menurutnya berdampak kepada perekonomian dunia. Terutama kepada negara-negara di Eropa dan lainnya.

"Di tahun ini, masalah global yang kita hadapi perang Rusia dan Ukraina tidak saja kepada dua negara yang terlibat. Tetapi punya dampak ekonomi terhadap negara-negara lain seperti di Eropa. Jadi, saya kira ini memberi gambar mudah-mudahan karena alasan kedamaian ketenangan, mereka justru memilih Bali untuk tempat mereka istirahat. Ketika mereka khawatir adanya perang maka Bali untuk menjadi tempat untuk tenang," ujarnya. [eko]