Wagub DKI Angkat Suara Terkait Maraknya Pungli di Tanjung Priok

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria turut bersuara terkait maraknya aksi pungutan liar di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ia meminta masyarakat turut aktif melaporkan tindakan pungli kepada aparat penegak hukum agar segera ditindaklanjuti.

"Kami minta masyarakat bantu melaporkan di mana saja apabila ditemukan pungli segera dilaporkan aparat atau kami, nanti kami akan tindak lanjuti sesuai dengan aturan undang-undang yang ada," ucap Riza di pusat perbelanjaan Slipi, Jakarta Barat, Jumat (11/6/2021).

Riza menegaskan, selama ini Pemprov DKI Jakarta terus membangun komunikasi dengan Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Forkompida lainnya membahas permasalahan perkotaan, termasuk aksi pungli.

"Kami ada kegiatan bersama seperti rapat-rapat diskusi dialog dan cari solusi bersama terkait cari masalah di Jakarta," lugasnya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara bergerak cepat menindaklanjuti arahan Kapolri terkait pemberantasan premanisme dan aksi pungutan liar yang kerap menyasar sopir kontainer di Terminal Tanjung Priok. Tak main-main, 24 terduga preman dan pelaku pungli digelandang ke Mapolres Metro Jakut.

"Benar ada 24 orang yang kami amankan hari ini," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan saat dihubungi, Kamis (10/6/2021).

Puluhan preman itu ditangkap anggota Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara bersama Unit Reskrim Polsek Cilincing saat menggelar operasi berantas premanisme di beberapa lokasi pada Kamis siang.

Adapun, 24 orang diciduk dari dua lokasi berbeda yaitu di Depo Dwipa Kharisma Mitra Jakarta KBN Marunda dan Depo PT. Greating Fortune Container (GFC) Indonesia Terminal Jalan Cakung Industri I No 12 Rorotan Cilincing Jakarta Utara.

"24 orang itu dari dua lokasi ya," ujar dia.

Operasi Premanisme dan Pungli

Guruh dengan tegas menyatakan terus menggelar operasi premanisme agar aksi pungli yang membuat resah masyarakat terutama sopir angkutan barang tidak terulang kembali di kemudian hari.

"Kita akan tindak tegas. ini kan (pungli) memberatkan para pengemudi," tandas dia.

Reporter: Yunita Amalia/Merdeka.com

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel