Wagub DKI apresiasi program kelola sampah yang dilakukan swasta

Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengapresiasi upaya program pengelolaan sampah sachet atau plastik multilayer dan sampah jenis High Density Polyethelene (HDPE) yang dilakukan oleh pihak swasta.

“Mudah-mudahan kita semua warga Jakarta bisa membangun kebiasaan yang baru, memilah sampah dengan baik dan mudah,” kata Riza di Jakarta, Selasa.

Riza mengatakan program pengelolaan sampah tersebut menjadi hadiah terindah bagi Jakarta yang berulang tahun ke-495 pada bulan ini. Ia berharap program dapat memberikan hasil yang kolektif kepada semua pihak yang terlibat.

"Program ini selaras dengan misi Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam hal pengelolaan sampah plastik di DKI Jakarta. Kami mendukung program pengelolaan sampah sebagai cara efektif mengelola sampah dan bentuk tanggung jawab produsen terhadap lingkungan," kata Riza.

Baca juga: Pakar dorong peran produsen untuk pengelolaan sampah produk rokok

Melalui program tersebut masyarakat DKI jadi lebih mudah untuk menyetorkan sampah sachet dan plastik HDPE melalui aplikasi dan akan dijemput oleh pelestari. Selanjutnya, sampah akan diserahkan kepada pengusaha pengolah sampah serta akan diproses dan diolah menjadi sumber energi terbarukan sehingga tidak sampai ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Lebih lanjut Riza mengatakan bahwa program pengelolaan sampah juga menjadi contoh konkret melalui langkah kolaborasi, aktivasi, dan inovasi, sehingga tidak hanya pemerintah yang berperan melainkan juga seluruh warga, pihak swasta, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membangun kota Jakarta yang maju dan bersih.

“Hingga saat ini kami memang terus berupaya untuk memfasilitasi masyarakat dan para pelaku usaha untuk mengelola sampah, memanfaatkan, serta mengembangkan hasil daur ulang,” katanya.

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2020, sampah yang bersumber dari aktivitas rumah tangga mendominasi di antara sumber lainnya yakni sebesar 37,3 persen. Sementara sumber sampah dari pasar tradisional menyumbang 16,4 persen dan kawasan sebanyak 15,9 persen.

Riza menyebutkan bahwa sampah di Jakarta sudah mencapai kurang lebih 7.800 ton per hari. Ia mengatakan diharapkan Jakarta sudah memiliki tempat pengelolaan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) dalam waktu tiga tahun ke depan agar sampah yang berjumlah 7.800 ton itu dapat dikelola dengan baik.

Baca juga: KLHK soroti peran penting "offtaker" untuk perkembangan bank sampah

Baca juga: Rekosistem bantu kelola sampah korporasi dan rumah tangga

Baca juga: Ada gerakan kolaborasi kelola sampah warga di pasar Jakarta Utara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel