Wagub DKI bantah ada kerja sama penyaluran daging kurban dengan ACT

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah ada kerja sama penyaluran daging kurban antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan organisasi sosial, Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang sedang disorot akibat dugaan penyelewengan dana umat.

"Sekali lagi ACT tidak ada hubungannya dengan Pemprov, kerja sama yang selama ini ACT itu dengan Baznas," kata Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Riza menambahkan, masalah yang saat ini membelit ACT tidak ada hubungannya dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Ia juga menegaskan, tidak ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ACT dengan Pemprov DKI terkait penyaluran daging kurban.

"Kami sampaikan ACT itu tidak ber-MoU dengan Pemprov. ACT Itu kerjasamanya dengan Baznas," katanya.

Baca juga: Pemprov DKI bakal evaluasi kerja sama dengan ACT
Baca juga: Legislator dukung Pemprov DKI evaluasi kerja sama dengan ACT

Sebelumnya, ketika diwawancarai awak media di Balai Kota Jakarta pada Senin (4/7) Riza menjelaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait kerja sama dengan ACT menyusul masalah yang menimpa organisasi filantropi tersebut.

"Sejauh ini hubungan kami dengan ACT tidak masalah termasuk kurban tidak ada masalah. Di satu sisi, sama kami kan tidak ada masalah, baik-baik saja. ACT kalau ada masalah itu urusan ACT," katanya, Senin (4/7).

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati menjelaskan, secara rinci hewan kurban yang sudah masuk DKI, yakni 38.659 ekor sapi.

Pemprov DKI, kata dia, menjalin kerja sama dengan salah satunya ACT untuk penyaluran daging kurban dalam bentuk kemasan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel