Wagub DKI Harap Ada Kepastian Lokasi Terbaik untuk Ajang Formula E

·Bacaan 2 menit
Contoh aspal lintasan Formula E terlihat di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/2/2020). Aspal untuk sirkuit Formula E di uji coba di Monas, lokasi pengaspalan itu berada di Monas bagian timur. Pengaspalan dilakukan dengan dua metode, sandsheet dan geotextile. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berharap ada kepastian lokasi terbaik untuk perhelatan Formula E 2022 mendatang. Harapan ini mencuat seiring rencana PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mencari lokasi pengganti untuk ajang mobil balap listrik tersebut.

Politikus Gerindra itu berpesan, di mana pun lokasi untuk Formula E nanti, hal terpenting adalah penentuan lokasi harus didasari dengan pengkajian matang.

"Silakan saja dilakukan penelitian pengkajian mana tempat yang terbaik, apakah tetap di Monas atau di tempat lain, itu diserahkan kepada panitia dengan tim dan ahlinya," kata Riza di Balai Kota, Selasa (23/3/2021).

Riza enggan mencampuri lebih lanjut perihal rencana pencarian lokasi baru oleh Jakpro. "Pak Gubernur, saya sebagai wakil, mendorong agar acara ini tidak hanya sukses tapi juga (mendapat) tempat yang terbaik," pungkasnya.

Ajang balap mobil listrik Formula E di Jakarta belum menemui titik terang pelaksanaannya, karena mengalami penundaan sebagai dampak pandemi Covid-19. Ditargetkan, Formula E di Jakarta digelar 2022.

Persiapan acara internasional itu sedianya sudah dilakukan sejak 2020. Seperti pengaspalan area Monumen Nasional (Monas). Namun langkah ini menuai kontra dari pemerintah pusat karena dianggap merusak cagar budaya.

Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai panitia pelaksana kemudian menyampaikan pihaknya masih akan mempertimbangkan lokasi lain untuk ajang balap Formula E.

"Saat ini lokasi masih dalam pertimbangan ke beberapa lokasi yang memiliki potensi untuk menunjukkan city branding dan ikon-ikon kota Jakarta," ujar Project Director Sportainment PT Jakpro, M Maulana dalam rilisnya.

Tidak Berdampak Buruk

Dia menegaskan, kendati Formula E mengalami penundaan, hal ini tidak akam berdampak buruk. Sebab di sisi lain, imbuh Maulana, jika acara tersebut digelar akan berdampak bagi pendapatan ekonomi dan menggairahkan wisata setelah terpukul akibat Covid-19.

"Perhelatan event internasional di Jakarta akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan pendapatan asli daerah (PAD) di ibu kota kita," ucapnya.

Dia menuturkan, penundaan ajang internasional tidak hanya menimpa Formula E saja. Turnamen Tenis Wimbledon di Inggris, Copa America di Argentina dan Kolombia, Piala Eropa 2020, Olimpiade Tokyo 2020, dan Piala Dunia U-21 2021 di Indonesia dikatakan Maulana turut terdampak dari pandemi ini.

"Jadi, tidak terkecuali, Formula E di Jakarta atau Jakarta Eprix, juga diputuskan kita tunda karena situasi pandemi," pungkasnya.

Reporter: Yunita Amalia/Merdeka.com

Saksikan video pilihan di bawah ini: