Wagub DKI Ingatkan soal Demo Jokowi End Game: Tidak Ada Kerumunan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat memahami kondisi pandemi COVID-19 yang saat ini sedang terjadi, khususnya di Ibu Kota Jakarta. Karena itu, Ia meminta tak perlu ada aksi demonstrasi terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Memang negara ini demokratis dan diperbolehkan demo sesuai aturan undang-undang yang ada, namun harus dipahami saat ini sedang dalam masa pandemi, jika ada demo nanti ada kerumunan dan jika ada kerumunan akan ada interaksi yang menyebabkan penularan COVID-19," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat malam.

Jangan sampai, kata Riza, niat demo yang mungkin baik, namun malah berakibat pada penularan COVID-19 yang lebih besar.

Riza mengatakan bahwa PPKM yang menjadi sorotan dalam ajakan aksi tersebut, dibuat pemerintah dengan tujuan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan warga. "Sehingga PPKM ini tujuannya kan sebenarnya baik," kata Riza.

Daripada berdemo, Riza meminta agar siapapun yang berencana untuk melakukan aksi demonstrasi, lebih baik menyampaikan aspirasi dengan cara lain baik secara tertulis ataupun langsung, terlebih disampaikan dengan konsep, naskah akademik dan lain sebagainya.

"Prinsipnya siapapun boleh memberi masukan untuk kepentingan bangsa dan negara. Tapi kalau demo-demo sekalipun diperbolehkan demo, ini masa pandemi enggak boleh ada kerumunan, jangan sampai demo berakibat pada penularan COVID-19," katanya.

Kondisi COVID-19 di Jakarta saat ini ada 79.635 kasus aktif (orang yang masih dirawat/isolasi) dari total kasus 778.520 kasus setelah mengalami penambahan kasus positif sebanyak 8.033 kasus.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 687.864 dengan tingkat kesembuhan 88,4 persen dan total 11.021 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,4 persen.

Sebelumnya beredar informasi akan dilakukan aksi Jokowi End Game dengan melakukan unjuk rasa oleh elemen masyarakat yang akan longmarch dari Glodok ke Istana Negara pada Sabtu, 24 Juli 2021.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengimbau masyarakat yang berniat akan melakukan kegiatan penyampaian pendapat supaya dengan cara yang bijak. Misalnya, menyampaikan aspirasi datang ke Mapolda Metro Jaya.

"Secara bijak untuk kita bisa hindari kerumunan supaya jangan jadi klaster lagi. Bagaimana kita bisa relaksasi kalau kegiatan kerumunan lagi. Kasian rumah sakit, kuburan sudah penuh,” kata Yusri. (Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel