Wagub DKI Jakarta Ajak Anak-Anak Biasakan Diri Membaca, Jangan Sibuk Main Gadget

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mendukung adanya Rumah Literasi Jakarta di Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jakarta Selatan.

Riza mengharapkan nantinya masyarakat di Ibu Kota, terutama anak-anak mulai membiasakan untuk membaca buku.

"Agar anak kita membiasakan membaca buku, jangan hanya membawa gadget atau handphone setiap hari sibuk dengan medsos (media sosial) dan lain-lain," kata Riza di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (9/10/2021).

Politikus Gerindra itu menyatakan, membaca dapat memberikan banyak manfaat, mulai dari ilmu baru hingga menyelesaikan masalah.

"Dengan membaca kita dapat ilmu, dengan membaca kita mengetahui banyak hal, dan dengan membaca kita bisa menyelesaikan banyak masalah," ucapnya.

Minta Penerbit Buku Lebih Adaptif

Anak-anak membaca buku di Perpustakaan Keliling kawasan Jatinegara, Jakarta, Rabu (29/9/2021). Mobil Perpustakaan Keliling yang difasilitasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI itu merupakan sarana dan upaya pemerintah dalam meningkatkan minat baca anak sejak dini. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Anak-anak membaca buku di Perpustakaan Keliling kawasan Jatinegara, Jakarta, Rabu (29/9/2021). Mobil Perpustakaan Keliling yang difasilitasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI itu merupakan sarana dan upaya pemerintah dalam meningkatkan minat baca anak sejak dini. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Riza juga meminta agar para penerbit buku dan insan perbukuan lebih adaptif dengan perubahan zaman.

Sebab, lanjut dia, anak-anak muda lebih familiar dengan teks digital daripada cetakan kertas.

"Saya berharap insan perbukuan tidak kehabisan tenaga. Tetap semangat dan inovatif dalam menelurkan produk-produk literasi, sehingga dapat mengedukasi masyarakat," jelas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel