Wagub DKI Jakarta Tidak Bantah Anies Bersurat ke Bloomberg

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tak membantah terkait surat dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada founder Bloomberg Philanthropies, Michael R Bloomberg.

Kendati begitu, Riza membantah adanya permintaan dana dalam surat Anies, seperti yang ditudingkan oleh akun di media sosial.

"Ya ini suratnya begini apa adanya. Enggak ada, enggak ada permintaan dana di sini," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (4/10/2021).

Riza menjelaskan bahwa surat yang diajukan oleh Anies merupakan bentuk kolaborasi Jakarta agar menjadi kota yang lebih sehat. Namun politikus Gerindra ini tidak menyebutkan secara detail kerja sama yang dilakukan.

"Prinsipnya Pak Anies ingin memastikan Jakarta menjadi kota yang sehat salah satunya menjadi kota yang sehat, warganya sehat ya kita harus membatasi jumlah perokok apalagi bagi anak-anak usia remaja dan ke bawah tidak diperkenankan," tutur dia.

Viral di Medsos

Dengan mengenakan baju batik, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gowes bersama komunitas Bike to Work. (Twitter Anies)
Dengan mengenakan baju batik, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gowes bersama komunitas Bike to Work. (Twitter Anies)

Sebelumnya, surat dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk founder Bloomberg Philanthropies, Michael R Bloomberg, viral di media sosial Twitter. Hal tersebut diunggah pada akun @rokok_indonesia pada Jumat, 1 Oktober 2021.

Akun tersebut mengunggah foto surat dari Anies yang ditujukan kepada Michael R Bloomberg. Surat tersebut tertanggal 4 Juli 2019. Dalam surat itu Anies menyebutkan Jakarta tengah berusaha untuk melindungi warga DKI Jakarta dari paparan asap rokok.

Dalam unggahannya akun tersebut menyebutkan surat Anies terkait kampanye antirokok, hingga dikaitkan dengan Pemilu 2024.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel