Wagub DKI pastikan belum ada temuan Omicron pada 11 sekolah

·Bacaan 1 menit

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan belum ada temuan terpapar COVID-19 varian Omicron pada 11 sekolah saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen.

"Sampai hari ini ada 11 sekolah yang terpapar COVID-19. Bukan Omicron sekali lagi bukan Omicron," kata Riza Patria saat menghadiri donor darah relawan kesehatan di Jakarta, Sabtu.
​​
Baca juga: DKI catat rasio terpapar COVID-19 saat PTM 100 persen masih rendah

Menurut dia, dari 11 sekolah itu ada 14 orang baik pelajar dan tenaga pendidik yang terpapar COVID-19.

Untuk itu, pihaknya telah melakukan penutupan sementara aktivitas PTM pada 11 sekolah tersebut selama lima hari.

Sedangkan sekolah lainnya, lanjut dia, masih tetap melakukan PTM berkapasitas 100 persen.

Adapun jumlah dari satuan pendidikan TK hingga SMA, SMK dan sederajat yang mengikuti PTM kapasitas 100 persen di Jakarta mencapai 10.429 sekolah.

Mencermati jumlah terpapar yang masih rendah tersebut, Pemprov DKI belum berniat menutup seluruh sekolah yang melaksanakan PTM 100 persen.
​​
Baca juga: Anggota DPRD DKI minta PTM 100 persen dihentikan sementara

Alasannya, selain tingkat keterpaparan yang kecil, juga karena DKI memenuhi syarat melaksanakan PTM 100 persen sesuai surat keputusan bersama (SKB) empat menteri.

Syarat yang dipenuhi DKI di antaranya sekolah yang melaksanakan PTM 100 persen daerah dengan PPKM level satu atau level dua.

Kemudian kedua, capaian vaksinasi tenaga pendidik dan peserta didik di atas 80 persen dan lansia di atas 50 persen.

"Sementara di DKI Jakarta tenaga kependidikan di atas 89 persen vaksinnya, pendidik 91 persen, lansia di atas 79 persen, peserta didik sudah 98 persen. Jadi DKI sangat memenuhi syarat," ucap Riza.

Baca juga: SMAN 6 Jakarta gencarkan penelusuran setelah siswa positif COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel