Wagub DKI: Penyediaan Dosis Vaksin Covid-19 Akan Dipercepat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI kini terus meningkatkan kecepatan dan memperbanyak penyediaan dosis vaksin Covid-19 untuk proses vaksinasi warga Ibu Kota.

"Nanti kami akan siapkan ya, sesungguhnya vaksin ini siap nanti kita akan koordinasikan supaya kecepatan penyediaan vaksin ini lebih cepat daripada kebutuhan di lapangan," kata Riza di SMK N 29 Penerbangan Jakarta, Sabtu (11/9/2021) dilansir Antara.

Menurut Riza, penyediaan dosis vaksin ini akan disampaikan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Usaha Milik Negara (BMUN) sebagai penyedia vaksin Covid-19 dan lembaga terkait lainnya agar tidak terjadi keterlambatan di sentra vaksinasi yang menjadi kendala untuk mempercepat penyuntikan vaksin.

"Nanti kita akan tingkatkan dan nanti kami akan sampaikan kepada Kementerian Kesehatan, BUMN dan sebagainya," kata pria yang kerap disapa Ariza itu.

Terkait jumlah warga yang telah divaksin Covid-19 dosis pertama, Riza menyebut saat ini jumlahnya telah mencapai 10.042.708 jiwa atau melebihi target dari pemerintah. Sementara, dosis kedua mencapai 6.721.632 jiwa.

"Target kita sebelumnya 8.815.000, dan kita sudah tingkatkan menjadi 11.426.456. Insya Allah dalam beberapa pekan ke depan kami akan memenuhi target dan kami minta warga Jakarta segera datangi di sentra sentra vaksin," kata Riza.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Rasio BOR Kembali Turun

Peningkatan vaksinasi itu juga diiringi dengan semakin meningkatnya angka kesembuhan pasien Covid-19 sebesar 97,9 persen.

Tidak hanya itu, rasio keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) juga kembali turun menjadi 13 persen atau 849 dari 6.778 tempat tidur yang tersedia.

Kendati demikian, Ariza menuturkan bahwa semua fasilitas kesehatan tetap disiagakan bila terjadi lonjakan kasus positif.

"Kita minta masyarakat harus hati-hati, kita belajar dari tahun lalu dan banyak dengan negara yang sudah turun tapi karena tidak displin, abai kemudian naik kembali," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Didiet Soetioboedi mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sedikit keterlambatan dosis vaksin Covid-19 di lapangan.

"Stok vaksin kita sekarang ini sudah agak terlambat datang terus, jadi kecepatan dari bekerja teman-teman kita di lapangan itu jauh lebih cepat daripada kedatangan vaksinnya itu. Dan ini yang kami harapkan Pak Wagub meminta kepada Bio Farma atau Kemenkes supaya kita bisa lebih semangat lagi," ujar Didiet.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel