Wagub DKI: Saat Pandemi Covid-19, Bela Negara Juga Dilakukan Tenaga Medis

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria turut menyambut Hari Bela Negara yang jatuh setiap tanggal 19 Desember. Menurut dia, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini para tenaga medis layak disebut juga tengah melakukan aktivitas bela negara.

Bukan hanya itu, semua warga negara yang memberikan kontribusi bagi bangsa, menurut dia juga layak menyandang sebutan demikian. Termasuk pula berbagai kegiatan kepedulian sosial.

"Saat ini bela negara juga dilakukan para tenaga kesehatan, petugas lintas dinas, para pemuda, seluruh warga sesuai hobi, minat dan bakatnya," kata Wagub yang akrab disapa Bang Ariza itu melalui akun jejaring sosial Instagram di @bangariza, Minggu (20/12/2020).

Kader Partai Gerindra itu menyemarakkan Hari Bela Negara dengan mengikuti donor darah di dua lokasi sekaligus.

"Kemarin (19/12/2020), kami menghadiri dua kegiatan Donor Darah dan Pembagian Sembako yang diselenggarakan dengan baik oleh Menwa Jayakarta dan Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) di dua lokasi berbeda," terang Bang Ariza.

Pagi hari ia melakukan donor darah di Kantor Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat dan sorenya di Kantor Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

"Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pendonor darah. Setetes darah sangat berharga bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Donorkan darah kita sebelum kita membutuhkan darah," sebut Bang Ariza.

Terakhir, ia juga berpesan agar seluruh pihak senantiasa menaati 3M anjuran pemerintah guna mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

"Terima kasih Ibu, Bapak semua. Mari terus kita lakukan 3M: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dengan disiplin. Hormat saya, Ariza Patria," tutupnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Hari Bela Negara

Sejarah Hari Bela Negara bermula dari deklarasikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Sjafruddin Prawiranegara di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 19 Desember 1948.

Hal itu atas perintah Wakil Presiden Mohammad Hatta di mana ibu kota negara saat itu, Yogyakarta telah dikuasai Belanda. Namun berkat deklarasi ibu kota di Bukittinggi itu, Indonesia tetap eksis.

Semangat mempertahankan eksistensi negara tersebut dinilai menjadi inspirasi lahirnya Hari Bela Negara.

Saksikan video pilihan di bawah ini: