Wagub DKI Sebut Lockdown Lokal di Cipayung Akibat Interaksi Lebaran 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, mengungkapkan karantina atau lockdown lokal di satu RT di Cipayung, Jakarta Timur akibat interaksi warga saat silaturahmi atau halalbihalal pada Lebaran 2021.

"Soal yang di Cipayung itu dugaan sementara akibat warga yang melakukan kunjungan silaturahmi Lebaran satu sama lain," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat (21/5/2021).

Lockdown lokal di RT 003/RW 003 Kelurahan Cipayung, Jaktim tersebut dilakukan usai 80 warga setempat dinyatakan positif Covid-19.

Meski saat ini 80 warga Cipayung yang terpapar tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran untuk dikarantina, Riza meminta masyarakat di tempat tersebut untuk isolasi mandiri dan lebih hati-hati.

Riza mengingatkan kembali bahwa lebih baik tidak melakukan kumpul-kumpul dan membuat kegiatan berkerumun seperti halalbihalal.

"Kami sampaikan mohon jangan abaikan arahan protokol kesehatan. Terbukti bagi warga yang melakukan kunjungan silaturahmi terjadi kontak dan akhirnya terjadi penularan. Oleh karena itu, kami tetap minta untuk lebih diperhatikan lagi protokol kesehatan," ucapnya.

80 Orang Terpapar Covid-19

Warga saat akan dibawa ke wisma atlet di Jalan As-Syafiiyah, Cipayung, Jakarta, Jumat (21/5/2021). 20 warga diantaranya 17 orang bergejala ringan dibawa ke Wisma Atlet, 3 orang bergejala sedang dibawa ke RSUD Ciracas dan 12 orang OTG isolasi mandiri. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Warga saat akan dibawa ke wisma atlet di Jalan As-Syafiiyah, Cipayung, Jakarta, Jumat (21/5/2021). 20 warga diantaranya 17 orang bergejala ringan dibawa ke Wisma Atlet, 3 orang bergejala sedang dibawa ke RSUD Ciracas dan 12 orang OTG isolasi mandiri. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, Camat Cipayung Jakarta Timur Fajar Eko Satriyo menyebutkan, 80 warga terpapar Covid-19 merupakan bagian dari warga yang sejumlah 700 jiwa di lokasi tersebut.

Lockdown ini akan diterapkan selama 14 hari ke depan sejak Kamis, 20 Mei 2021.

Pihaknya juga dibantu TNI/Polri untuk mengawasi pergerakan warga agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19 selama masa penerapan karantina ini.

Fajar menjelaskan bahwa semula ada seorang yang memang mengalami gejala Covid-19. Kemungkinan pada saat itu warga belum tahu kalau salah satu tetangganya ada yang bergejala.

Beberapa hari kemudian ada beberapa warga yang lainnya mempunyai gejala yang sama.

Selanjutnya, warga di kampung tersebut langsung di swab antigen yang dilanjutkan dengan tes PCR ketika hasilnya menunjukkan reaktif.

"Ternyata lebih dari lima rumah. Terus kami nyatakan sebagai zona merah," kata Fajar.

Infografis Waspada Klaster Baru Covid-19 Bermunculan

Infografis Waspada Klaster Baru Covid-19 Bermunculan. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Waspada Klaster Baru Covid-19 Bermunculan. (Liputan6.com/Trieyasni)