Wagub DKI Sebut Pemerintah Pusat Akan Bantu Tambah RS Covid-19 di Bodetabek

·Bacaan 1 menit
Han Yi, petugas medis dari Provinsi Jiangsu, bekerja di bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Liputan6.com, Jakarta - Ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta semakin menipis. Data terkini menyebutkan keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 mencapai 86 persen.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, keterisian rumah sakit Covid-19 tinggi disebabkan karena merawat pasien dari luar Jakarta.

Untuk menurunkan tingkat okupansi tempat tidur di rumah sakit Covid-19, Ariza menyatakan telah meminta bantuan pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan ada penambahan RS di Bodetabek nanti, jadi pemerintah pusat itu akan membantu,” kata Ariza di kawasan Rorotan, Jakarta Timur, Rabu (27/1/2021).

Ariza menyebut pemerintah pusat akan membantu agar ada penambahan RS Covid-19 di Bodetabek. “Mudah-mudahan meningkatkan kapasitas kemampuan daerah bodetabek, apakah RS, nakesnya tempat tidurnya, kemudian ruang ICU, itu harapan kami,” terangnya.

Berharap Okupasi di Jakarta Menurun

Dengan penambahan RS khusus Covid-19 di Bodetabek, Ariza menyebut okupansi di Jakarta bisa menurun hingga 28 persen, sehingga dari semula 86 persen menjadi 68 persen.

“Sehingga yang selama ini kami menampung tidak kurang dari 24 persen bahkan 28 persen pasien non Jakarta, mudah-mudahan kedepan bisa tertampung di daerah masing-masing. Kemudian nanti di Jakarta okupansi menurun, sekarang 86 dikurangi 28 maka 68 persen,” kata dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini: