Wagub DKI soal Ramadan 2021: Tarawih di Masjid Dibolehkan, Dagang Takjil Tak Dilarang

·Bacaan 1 menit
Pedagang meracik minuman untuk berbuka puasa di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Sabtu (25/4/2020). Meski ditengah pandemi virus Covid-19, masyarakat masih antusias berburu penganan berbuka puasa dengan tetap menerapkan pola jaga jarak dan memakai masker. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan salat tarawih selama Ramadan 1442 Hijriyah, namun protokol kesehatan harus tetap diterapkan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patriadi Jakarta, Senin, menyebutkan bahwa adanya izin ibadah salat tarawih ini karena selama ini aktivitas ibadah untuk semua agama memang diperbolehkan selama menerapkan protokol kesehatan.

"Semua kan dibolehkan, salat tarawih, (ibadah) di gereja, di pura, semua kegiatan ibadah boleh, cuma mohon diperhatikan kapasitas dan jaga jaraknya terkait 3M," kata Riza yang dikutip dari Antara, Selasa (6/4/2021).

Selama puasa, kata politisi Gerindra ini, berdagang takjil di pinggir jalan juga tak dilarang karena seperti berjualan barang-barang biasa. "Jual takjil kan selama ini boleh," ujarnya.

Pusat Tak Larang Salat Id

Pemerintah pusat memutuskan tak akan melarang pelaksanaan ibadah salat tarawih dan Idul Fitri berjamaah. Meski begitu, sejumlah aturan harus dipenuhi untuk melaksanakan shalat berjamaah.

Jamaah salat tarawih dan Idul Fitri harus terbatas pada komunitas. Artinya jamaah sudah saling mengenal.

"Jamaah dari luar mohon agar tak diizinkan," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dalam konferensi pers daring, Senin.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: