Wagub DKI Soroti Masih Banyak Pedagang di Pasar Tradisional di Jakarta Pakai Kantong Plastik

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan larangan penggunaan kantong plastik di Ibu Kota masih terus berjalan. Kata dia, banyak pedagang di pasar tradisional yang masih menggunakan kantong plastik.

"Alhamdulillah kalau kita lihat data di pasar swalayan itu mencapai 100 persen sukses kemudian kalau di mal itu bisa mencapai 90-99 persen. Yang memang belum sukses betul itu di pasar tradisional masih di kisaran 50 persen," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (4/11/2021).

Politikus Gerindra ini mengharapkan adanya peningkatan sosialisasi mengenai dampak penggunaan kantong plastik di masyarakat. Hal tersebut agar masyarakat terbiasa untuk tidak menggunakan kantong plastik saat berbelanja.

"Kita mendorong agar para pedagang masyarakat agar terus membiasakan tidak menggunakan kantong plastik," jelas dia.

Penggunaan Plastik Turun Drastis

Ilustrasi Kantong Plastik
Ilustrasi Kantong Plastik

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyebut penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai di DKI Jakarta turun 82 persen setelah pemberlakuan Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan.

Menurut Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Rita Ningsih dalam diskusi virtual pada Selasa. 22 Juni 2021, Kata dia, angka tersebut diperoleh berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) pada Desember 2020.

Meski telah terjadi penurunan, Rita menegaskan DLH DKI Jakarta terus melakukan pengawasan di tiga lokasi, yaitu di pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat.

Saat ini yang masih terkendala adalah di pasar. Mereka sedang mengupayakan terus berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya untuk terus mendorong agar Pergub Nomor 142 Tahun 2019 bisa diterapkan dengan baik di pasar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel