Wagub DKI: Tak Ada Perayaan Malam Tahun Baru dan Kembang Api

Daurina Lestari, Syaefullah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa tidak ada perayaan pergantian malam tahun di Ibu Kota. Hal ini dikarenakan kondisinya masih pandemi COVID-19.

"Yang pasti di tahun baru ini tidak ada perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita akan laksanakan cara sesuai protokol COVID-19," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 16 November 2020.

Menurutnya, tidak ada pengerahan massa seperti tahun-tahun sebelumnya, ataupun konser musik, konser budaya, tari-tarian, dan nyanyi-nyanyian sebagainya di Jakarta.

"Tahun ini tidak ada lagi, tahun baru ini kita sedang mencari format yang baik, utamanya tidak ada kerumunan massa," ujarnya.

Begitu juga acara perhelatan pesta kembang api di Jakarta, yang biasanya tahun sebelumnya dilaksanakan namun tahun ini tidak ada. "Iya betul (tidak ada), kalau selama masih ada COVID-19 kita tidak perkenankan kegiatan apa pun yang menimbulkan kerumunan dan menyebarkan virus," katanya.

Baca juga: Ibu Muda di Depok Sudah Coba Bunuh Diri 5 Kali

Pada kesempatan yang sama, kata dia, memang ada peningkatan kasus COVID-19 sementara menurut pemantauan dan pengecekan data di lapangan. Salah satu penyebab peningkatan beberapa hari ini karena libur panjang dua pekan lalu, dan ada peningkatan testing yang dilakukan.

Jadi, pemerintah provinsi terus meningkatkan kewajiban melakukan 3T, tracing, testing, dan treatment. Dan juga diharapkan masyarakat sekarang ini patuh dan disiplin.

"Bukan karena ada petugas dan aturan, tapi lebih kesadaran bahwa pelaksanaan protokol COVID-19 adalah suatu kebutuhan, yang memang harus kita kerjakan bersama, laksanakan dan tegakan bersama," katanya.

Harusnya, kata dia, masyarakat semakin baik, sadar dalam menerapkan protokol kesehatan, jangan karena ada aparat, sanksi, dan aturan, tapi lebih karena kebutuhan. “Kebutuhan untuk kepentingan bersama, pribadi, keluarga, komunitas kami ingin patuh taat disiplin protokol,” ucapnya. (art)