Wagub DKI Ungkap Penyebab Sejumlah Wilayah Jakarta Selatan Terendam Banjir

·Bacaan 2 menit
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah wilayah di Jakarta Selatan diterjang banjir akibat guyuran hujan lebat. Salah satunya yang terpantau adalah Mampang Prapatan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan faktor yang menyebabkan sejumlah daerah di Jakarta Selatan terendam banjir. Menurutnya, kondisi ini tak lepas dari adanya cekungan akibat tanah dibawa ke kawasan Senayan Jakarta Pusat

"Sumber tanahnya (Senayan) dari berbagai daerah, termasuk di daerah (Jakarta) Selatan. Sekarang daerah tersebut sudah seperti kubangan, kalau hujan ya banjir," kata dia, Kamis (18/2/2021) malam.

Riza Patria kembali menyinggung DKI Jakarta sebagai dataran rendah. Bahkan menurut dia, ada titik-titik yang memang lebih rendah disebabkan banyak hal. Riza menyebut, renovasi Senayan menjadi salah satu faktor beberapa kawasan berubah lebih rendah.

"Di antaranya ada satu wilayah yang di situ dulunya diambil tanahnya dikeruk dibawa ke Senayan. Jadi dulu Senayan itu, tanahnya ditinggikan," ucap dia.

Riza menyampaikan pihaknya bertekad menyelesaikan banjir berkepanjangan. Beberapa upaya seperti merelokasi penduduk yang bermukim di daerah rawan banjir terus dilakukan. Menurut dia, pemprov DKI saat ini terus membangun Rusunawa dan Rusunawi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Gencarkan Program Normalisasi

Selain itu, mengencarkan program normalisasi sungai, naturalisasi sungai, dan sebagainya. Prinsipnya, perlu ada kerja sama yang baik dari semua pihak dalam rangka mencegah, menangani, dan mengendalikan banjir.

"Ke depan daerah tersebut kita akan atasi dengan cara memindahkan warga atau masyarakat yang tinggal di daerah rendah dan di bantaran kali," ujar dia.

Riza tak menampik memang ada sejumlah kawasan yang terendam banjir. Dia mengklaim sebagian besar akan surut dalam waktu beberapa jam ke depan.

"Genangan di Stasiun Tebet kami sedang cek kami lihat sudah surut. Mudah-mudahan ke depan kami bisa atasi lebih baik lagi sebagaimana kita ketahui tahun ini sampai 18 Februari tidak terjadi genangan yang luar biasa seperti tahun sebelumnya," ucap dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: