Wagub Ingin Crazy Rich Helena Lim Tetap Disuntikan Vaksin Tahap 2

Bayu Nugraha, Syaefullah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyerahkan masalah vaksinasi tahap kedua untuk crazy rich dari Pantai Indah Kapuk (PIK), Helena Lim kepada Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta beserta jajarannya.

Namun, ia tetap menyarankan agar Helena yang juga seorang selebgram mendapatkan vaksinasi COVID-19 tahap kedua, karena alasan kesehatan.

"Nanti kita diskusikan, memang itu dinas kesehatan yg lebih tahu. Karena orang itu kalau sudah divaksin yang pertama, dia harus mendapatkan vaksin yang kedua," kata Ahmad Riza Patria di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Februari 2021.

"Harus dibedakan masalah kesehatan dan masalah pelanggaran. Jadi kita juga harus mengutamakan masalah kesehatannya. Jadi menurut hemat kami, hemat saya, setidaknya saya kira, seharusnya diberikan vaksin yang kedua, karena alasan kesehatan," tambahnya.

Akan tetapi, dalam persoalan ini ia akan berdiskusi dengan pihak aparat. "Jangan sampai nanti yang bersangkutan malah terganggu kesehatannya. Nanti kita selesaikan secara bijak," katanya.

Tentunya, lanjut dia, pemerintah harus bijaksana menyikapi berbagai masalah, baik dari segi hukum dari segi kesehatan.

Sebelumnya, selebgram Helena Lim menerima vaksin COVID-19 di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin 8 Februari 2021.

Pengalaman vaksin tersebut ia rekam dan publikasikan melalui akun instagram-nya @helenalim988. Helena merekam kegiatannya sejak mengantre, menunggu giliran disuntik, hingga akhirnya menerima suntikan vaksin tersebut.

Hal ini segera mendapat perhatian netizen, pasalnya Helena diduga bukan merupakan tenaga kesehatan yang menjadi prioritas pertama penerima vaksin COVID-19 saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristy Wathini, menyatakan bahwa Helena menerima vaksin sebab ia membawa keterangan bekerja di apotek.

"Yang bersangkutan membawa keterangan bekerja di apotek sebagai penunjang. Dan apotek merupakan salah satu sarana kefarmasian yang masuk dalam prioritas pertama," ujarnya.

Baca juga: Ombudsman Panggil Dinkes DKI soal Vaksinasi Crazy Rich Helena Lim