Wagub Jabar: Habib Rizieq Tingkatkan Persatuan Rakyat

Siti Ruqoyah, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengklaim kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab akan menjadi pemersatu bangsa.

Uu meminta masyarakat untuk bijak menanggapi kepulangan Habib Rizieq dan mengimbau kepada kelompok-kelompok yang mempunyai sentimen negatif untuk tidak kembali menciptakan dinamika konflik.

“Kepulangan Habib Rizieq ini sebagai upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesatuan dan persatuan rakyat Indonesia,” ujar Uu di Bandung, Kamis 12 November 2020.

Uu berharap, warga maupun elemen di Jawa Barat memperkuat kondusivitas secara politik maupun keagamaan dengan kepulangan Habib Rizieq. Lanjut Uu, kepulangan ini juga merupakan salah satu kebijaksanaan pemerintah.

“Oleh karena itu, dengan kembalinya beliau (Habib Rizieq), saya harap masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat semakin kuat kebersamaannya, semakin perbanyak ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia)," katanya.

Uu menambahkan, kepulangan Habib Rizieq mampu menyemarakkan kembali dakwah-dakwah keagamaan. “Karena tanpa adanya kebersamaan masyarakat, program-program pemerintah pun tidak bisa berjalan,” tutur Uu.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq sebelumnya mengungkapkan upayanya pulang dari Arab Saudi ke Indonesia. Habib Rizieq menceritakan kisahnya itu hingga akhirnya pemerintah Arab Saudi meminta maaf kepadanya.

Awalnya, Habib Rizieq menceritakan bahwa dirinya dituduh buronan dari Indonesia yang kabur ke Arab Saudi. Tuduhan itu sampai ke kuping pemerintah Arab Saudi berdasarkan laporan yang masuk.

"Jadi katanya saya ini buronan, melarikan diri, ada persoalan hukum yang saya hadapi, saya katanya red notice, kemudian ada lagi yang mengatakan kalau saya ini, saudara, orang politik, yang selalu bikin keributan di mana-mana, nanti bahaya untuk keamanan Saudi. Ini laporan-laporan semacam ini saya tidak mau menuduh si A, atau si B, atau si C. Tapi ini ada, ini bukan laporan dari orang biasa, kalau laporan dari orang biasa, saudara, tidak akan dihiraukan pemerintah Saudi, ini tingkat negara, bukan tingkat RT, tingkat RW," kata Habib Rizieq di akun YouTube Front TV, Selasa 11 November 2020.

Baca juga: Komjen Putut, Eks Ajudan SBY yang Kariernya Moncer di Era Jokowi