Wagub: Jakarta Siapkan 453 Fasilitas Kesehatan Pelaksana Vaksinasi Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan, pihaknya telah menyiapkan ratusan fasilitas kesehatan atau faskes di Ibu Kota untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

"Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan 453 faskes pelaksana vaksinasi Covid-19 beserta petugas kesehatan dokter, perawat dan bidan sebagai vaksinator. Kapasitas penyuntikan 20.473 orang per hari," kata Riza saat dihubungi, Senin (4/1/2021).

Riza mengatakan, untuk sasaran penerima vaksin Covid-19 akan menggunakan data dari Sistem Informasi SDM Kesehatan (Kemenkes), Disdukcapil, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan.

Sasarannya yakni tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada faskes di Ibu Kota.

"Untuk tahap pertama akan ditujukan kepada tenaga kesehatan sebanyak 119.145 orang," ucap Riza.

Sementara itu, Pemerintah berencana akan melakukan vaksinasi untuk Covid-19 pada pertengahan Januari 2021. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap patuh pada protokol kesehatan.

Hal ini disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto usai rapat bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi. Menurut dia, vaksinasi membutuhkan peningkatan disiplin protokol kesehatan, guna menekan penyebaran Covid-19.

"Pemerintah melihat bahwa ke depan walaupun kita sudah mempersiapkan vaksinasi, namun vaksinasi itu membutuhkan peningkatan disiplin memakai masker, menjaga jarak kemudian mencuci tangan," kata Airlangga di kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/1/2021).

Selain itu, pemerintah terus memantau perkembangan Covid-19 di Indonesia terlebih pasca liburan Natal dan Tahun Baru 2021. Apakah memang ada peningkatan atau tidak.

Cara Registrasi Vaksin Covid-19 Gratis dari Pemerintah

Sebanyak 1,2 juta vaksin COVID-19 Sinovac dalam 7 Envirotainer tiba di Bandara Soetta, Jakarta pada Minggu (6/12/2020) pukul 21.25 WIB, dibawa pesawat jenis Boeing 777-300 ER nomor registrasi PK-GIC. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)
Sebanyak 1,2 juta vaksin COVID-19 Sinovac dalam 7 Envirotainer tiba di Bandara Soetta, Jakarta pada Minggu (6/12/2020) pukul 21.25 WIB, dibawa pesawat jenis Boeing 777-300 ER nomor registrasi PK-GIC. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)

Program vaksinasi gratis virus Corona sudah mulai dilaksanakan pemerintah pada awal tahun ini. Vaksin covid-19 sudah mulai didistribusikan ke setiap provinsi pada hari Minggu kemarin (3/1/2021).

Kementerian Kesehatan RI juga sudah menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 yang diterbitkan 2 Januari lalu.

Dalam Juknis tersebut, tercantum tata cara menerima vaksin, mulai dari tahap registrasi hingga penyuntikan. Total target penerima vaksin gratis memang mencapai 181,5 juta orang. Namun penyuntikan akan dilakukan secara bertahap. Ada kelompok prioritas yang akan mendapatkan vaksin lebih dulu, misalnya tenaga Kesehatan dan petugas publik.

Jika terpilih menjadi kelompok priroritas dalam program vaksinasi corona atau Covid-19, maka calon penerima vaksin akan mendapatkan notifikasi/pemberitahuan melalui SMS Blast dengan ID pengirim: PEDULICOVID.

Kemudian, calon penerima vaksin (sasaran) diwajibkan untuk registrasi ulang untuk memilih tempat serta jadwal layanan melalui berbagai channel, yakni SMS 1199, UMB *119#, aplikasi Pedulilindungi, web pedulilindungi.id atau melalui Babinsa/Babinkamtibmas setempat.

Layanan SMS dan UMB ini gratis. Jika sasaran kesulitan melakukan verifikasi maka verifikasi bisa dilakukan oleh Babinsa/Babinkamtibmas dengan melibatkan Lurah, Kepala Dusun, Ketua RT/RW serta Puskesmas setempat.

"Registrasi ulang sebagaimana dimaksud meliputi juga upaya verifikasi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh sistem untuk mengonfirmasi domisili serta self-screening sederhana terhadap penyakit penyerta yang diderita. Sasaran dengan komorbid tertentu tidak dapat diberikan vaksinasi," Bunyi poin 2 dalam Juknis Vaksinasi bagian Registrasi dan Verifikasi sasaran itu.

Tahap selanjutnya setelah melakukan verifikasi, sasaran akan memilih lokasi pelaksanaan dan jadwal vaksinasi.

Setelah memiliih lokasi dan jadwal vaksinasi, maka Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19 akan mengirimkan tiket elektronik sebagai undangan kepada masing-masing sasaran penerima vaksin Covid-19 yang telah terverifikasi.

Pengingat jadwal layanan akan dikirimkan oleh sistem via SMS atau aplikasi Peduli Lindungi kepada setiap penerima vaksin atau mereka yang telah terverifikasi.

"Penjadwalan vaksinasi masing-masing penerima bisa diakses oleh petugas Fasilitas pelayanan kesehatan melalui aplikasi Pcare Vaksinasi melalui alamat https://pcare.bpjs-kesehatan.go.id/vaksin/," tulis poin terakhir dalam Juknis bagian Registrasi tersebut.3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: