Wagub Jawa Barat harap KTT G20 berdampak bagi ekonomi warga

Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar) UU Ruzhanul Ulum berharap penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali bisa membawa kebaikan, khususnya kebaikan bagi ekonomi masyarakat, termasuk masyarakat Jawa Barat.

"Harapan kami sebagai orang Jawa Barat, perhelatan KTT G20 ini membawa kebaikan, khususnya kebaikan ekonomi masyarakat Jabar. Karena ekonomi identik dengan kesejahteraan. Salah satu tugas pemimpin selain mempersatukan Pancasila, UUD 45, di akhir kan harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum di Gedung Sate Bandung, Senin.

Wagub meyakini apa yang akan dihasilkan oleh para pemimpin dunia pada KTT G20 memberikan dampak positif bagi semua aspek kehidupan manusia, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Wagub Jabar: Anak muda harus melek politik

"Jadi, apapun yang menjadi keputusan pemerintah di G20, itu pasti yang terbaik. Oleh karena itu, dunia harus aman untuk kesejahteraan. Politik harus beres untuk kesejahteraan. Apapun ujungnya kesejahteraan. Saya berharap KTT sekarang ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tentang kebijakan seperti keamanan, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain yang berujung masyarakat sejahtera," kata dia.

Dalam perhelatan G20, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diberikan kesempatan menjadi narasumber dalam acara G20 Leaders Summit Side Event Dissemination of the G20 Development Working Group Outcome Documents di The Stones Entertainment Center Kuta, Bali, Senin.

Gubernur Ridwan Kamil memaparkan inovasi yang telah dilakukan oleh Provinsi Jabar dalam menghadapi perubahan iklim yang menjadi salah satu agenda pembahasan KTT G20 Bali 2022.

"Bagaimana pembangunan berkelanjutan dengan beberapa aksi yang telah dilakukan di tanah Jawa Barat? Menanam pohon 50 juta sebagai salah satu agenda dalam menangani pemanasan global," ujarnya.

Selain itu, Kang Emil yang merupakan Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) juga gencar mempromosikan penggunaan energi terbarukan, seperti menggunakan kendaraan listrik.

"Sebagai Ketua ADPMET, saya mempromosikan penggunaan energi baru terbarukan agar di tahun 2050, Indonesia bisa transisi energi ke EBT secara 100 persen," katanya.

Baca juga: Wagub Jabar: Pencak silat topang Indonesia Emas 2045

Baca juga: Wagub Jabar ajak generasi muda belajar bahasa Arab

Menurut Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, transisi energi tersebut hanya bisa dilakukan oleh masyarakat dengan cara mengikuti kebijakan yang ditentukan oleh pemerintah, sekaligus mensosialisasikan hal-hal baik menggunakan EBT di masa depan.

"Hanya melalui kebijakan politik kita bisa menuju Indonesia energi berkelanjutan di tahun 2050," kata Kang Emil.

Kang Emil menjelaskan bahwa Pemda Provinsi Jabar telah melakukan kesepakatan bersama dengan PT Perusahaan Listrik Negara tentang Penyediaan Tenaga Listrik dari Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional Legok Nangka.

"Beberapa waktu lalu Pemprov Jabar telah bekerja sama dengan PT PLN untuk menciptakan PLTSa di Legok Nangka. Saya pikir studi kasus permasalahan tentang perubahan iklim telah direspons oleh Pemprov Jabar melalui sejumlah inovasi, salah satunya berdirinya pabrik mobil listrik di Jawa Barat," katanya.