Wagub Lampung : Pergelaran Festival Krakatau sesuaikan kondisi pandemi

Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim mengatakan bahwa pergelaran Festival Krakatau akan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi terkini perkembangan pandemi COVID-19.

"Dalam pelaksanaan Festival Krakatau akan dilakukan dua acara besar, yaitu Pesona Kemilau Krakatau dan Tur Krakatau," ujar Chusnunia Chalim, di Bandarlampung, Selasa.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan kedua kegiatan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi persebaran COVID-19 di daerah.

"Kalau untuk penyelenggaraan kegiatan yang masuk dalam rangkaian Festival Krakatau, saat ini sedang dipelajari lebih lanjut karena disesuaikan dengan situasi COVID-19," tambahnya.

Baca juga: Menpar dukung percepatan sektor pariwisata Lampung

Baca juga: Warga ramai hadiri malam puncak pesona kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai

Menurut dia, bila kasus COVID-19 meningkat maka kegiatan tersebut tidak akan digelar, tapi kalau kondisi terkendali maka akan di tetap digelar.

"Karena yang kita pertimbangkan saat ini adalah keselamatan warga, jadi opsi penyelenggaraan tersebut akan dilakukan berhati-hati sekali," katanya.

Dia mengatakan, bila kegiatan tersebut dilaksanakan, untuk Tur Krakatau yang akan diselenggarakan pada Agustus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

"Tur Krakatau akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat, tetapi dilihat pula untuk kondisi Gunung Anak Krakatau bila masih ada erupsi maka akan diambil opsi untuk ditiadakan yang terpenting memang keselamatan masyarakat saat ini," ucapnya.

Selanjutnya, dalam menyambut Krakatau Festival Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan serangkaian kegiatan seperti berlangsungnya Festival Sarapan Pagi dan beberapa kegiatan lainnya.

Baca juga: Gubernur promosikan pariwisata Lampung lewat "Festival Krakatau"

Baca juga: Lampung gelar Krakatau Beach Fun Run jelang Krui Pro

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel