Wagub NTB Imbau Warga Tak Percaya Hoaks Vaksin Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalilah meminta warga agar tidak takut mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Menurutnya, warga sebaiknya tidak perlu mempercayai informasi palsu atau hoaks terkait dampak dari vaksin Covid-19 yang beredar di media sosial.

"Tidak usah percaya hoaks dan informasi yang tidak jelas, karena pemerintah ingin masyarakatnya tetap sehat dan produktif," kata Sitti, dikutip dari Antara, Senin (20/9/2021).

Selain itu, Sitti juga meminta, seluruh kabupaten dan kota di daerah itu mempercepat vaksinasi untuk anak sekolah.

"Distribusi dan pemberian vaksin dipercepat, khususnya bagi anak sekolah," ucap Sitti.

Sitti kemudian mengingatkan siswa-siswi dan seluruh guru serta masyarakat yang telah divaksin agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan.

"Yang paling penting, jangan sampai kita jumawa, usai divaksin Covid-19 tidak taat protokol kesehatan" tambah Sitti.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel