Wagub NTT: 927 kejadian bencana alam terjadi di NTT

Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Josef A Nae Soi menyebutkan bencana alam yang melanda NTT selama 23 tahun terakhir mencapai 927 kasus, sehingga provinsi berbasis kepulauan ini masuk dalam wilayah rawan bencana.

"Hampir semua kejadian bencana alam yang tercatat pada data BNPB juga terjadi di NTT," kata Wagub Josef A Nae Soi dalam rapat kordinasi monitoring dan evaluasi progres bantuan stimulan rumah bagi warga terdampak bencana alam siklon tropis seroja di NTT bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto di Kupang, Kamis.

Baca juga: Pengamat: Mangrove lestari mampu membantu meredam bencana alam

Ia mengatakan sesuai kajian data resiko bencana tahun 2021 terdapat delapan jenis bencana alam yang melanda provinsi berbasis kepulauan ini yaitu banjir, cuaca ekstrem, gelombang pasang, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan, letusan gunung berapi serta tanah longsor.

"Wilayah NTT memiliki sembilan bulan mengalami kekeringan dan musim hujan hanya empat bulan sehingga dampak kekeringan sangat besar seperti keterbatasan air bersih bagi kebutuhan masyarakat," tegasnya.

Baca juga: FMMH pulihkan ekosistem alam di Merapi perkuat mitigasi bencana warga

Menurut dia, kasus bencana alam yang terjadi di NTT sejak tahun 1999 hingga April 2022 mencapai 927 kejadian meliputi 305 bencana alam banjir, 343 cuaca ekstrem, gelombang tinggi dan abrasi 55 kejadian, gempa bumi 17 kejadian dan kebakaran hutan dan lahan 10 kejadian dan kekeringan 42 kejadian.

Sementara itu bencana alam letusan gunung berapi tercatat 10 kejadian serta tanah longsor 123 kejadian.

Baca juga: BPBD Surakarta imbau warga waspadai cuaca ekstrem hingga akhir Mei

Menurut dia bencana alam badai siklon tropis seroja pada April 2021 silam memiliki dampak yang luas dengan rusaknya puluhan ribu unit rumah pendudukan akibat terjangan angin kencang, banjir dan tanah longsor serta mengakibatkan 128 warga NTT meninggal dunia dan 47 hilang serta 15 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa itu.

"Hanya satu kabupaten yaitu Kabupaten Sumba Barat Daya yang tidak terdampak bencana Seroja," tegas Josef A Nae Soi.

Ia berharap pemerintah kabupaten/kota yang telah menerima dana batuan stimulan rumah bagi korban seroja untuk melakukan pengawasan secara serius sehingga percepatan distribusi bantuan dana bagi korban terdampak bencana yang mencapai Rp849,3 miliar untuk 16 kabupaten/kota dilakukan tepat waktu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel