Wagub Pak Uu Bagi-Bagi Set Top Box untuk Warga Jabar

Merdeka.com - Merdeka.com - Media ramai-ramai membahas soal Analog Switch Off (ASO) yang diterapkan pemerintah pusat per 2 November 2022 lalu. ASO memang berdampak kepada warga yang tidak memiliki TV digital.

Warga yang tidak memiliki TV digital perlu sebuah alat bernama Set Top Box (STB) yang berfungsi menangkap sinyal digital untuk diubah menjadi data analog jika ingin menonton tv seperti biasa.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum ikut menyoroti hal tersebut. Bahkan, Pak Uu merogoh kocek pribadi untuk membantu warga yang tidak mendapat bantuan STB dan masih ingin menikmati haknya menonton TV.

"Per tanggal 2 November 2022 Pemerintah sudah resmi meniadakan siaran analog alias sudah harus berganti ke digital supaya mencrang (cerah) tidak digembrong sireum (dirubung semut)," tulis Pak Uu lewat akun Instagram resmi @ruzhanul, dikutip dari Kota Bandung, Senin (7/11/22).

"Tah untuk mendukung hal itu, sok ini saya bagikeun 1 smart tv ditambah 10 STB buat warga Jawa Barat," lanjut mantan Bupati Tasikmalaya ini.

Di kolom komentar postingan tersebut, tercatat banyak warga yang berharap bisa mendapatkan bantuan STB dari Pak Uu.

"Assalamualaikum....sy dr gandoang Cileungsi pak, bismillah semoga rejeki kami sekeluarga,dan sy memberi alasan g ada set box g bs nonton tv pak...aplg acara d trans TV yg Islam itu indah,mamah sy suka nonton acara tersebut jd nya galau...dan g bs nonton acara lain jdnya kekurangan berita dan informasi," tulis akun @salsadindaqu.

Adapun pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mendistribusikan bantuan STB gratis bagi warga kategori Rumah Tangga Miskin (RTM) di Jabodetabek ( Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi).

Namun, data tersebut sama seperti data bantuan sosial sehingga bukan mewakili data warga yang belum memiliki tv digital maupun belum memiliki STB. Kebijakan ASO juga memicu gejolak dari lembaga penyiaran swasta yang di antaranya ada yang menganggap ASO telah merugikan warga.

Terlepas dari dinamika yang ada, salah satu manfaat terbesar migrasi analog ke digital adalah frekuensi bisa dimanfaatkan untuk pengembangan internet 5G. [hhw]