Wagub Sumbar Pastikan Stok Oksigen untuk Pasien COVID-19 Aman

·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy menyebutkan, ketersediaan oksigen untuk penanganan pasien Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 dengan gejala berat, sampai saat ini masih aman. Bahkan, untuk mengantisipasi kelangkaan, Pemprov Sumbar juga sudah berkoordinasi dengan enam penyalur oksigen.

Menurut Audy, berdasarkan informasi yang diterima, kebutuhan di beberapa daerah seperti Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi, dan Lubuk Basung memang terjadi peningkatan. Namun suplai oksigen masih terkendali. "Sekarang ketersediaan oksigen di Sumbar masih mencukupi. Kita juga sudah mendapatkan komitmen dari enam perusahaan penyalur untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus,” kata Audy Joinaldy, Senin, 12 Juli 2021.

Audy menambahkan, ketersediaan oksigen juga menjadi prioritas utama Pemprov Sumbar dalam menangani lonjakan kasus COVID-19. Tindakan preventif yang dilakukan dengan menjalin komitmen dengan enam perusahaan penyalur, sesuai dengan arahan menteri kesehatan RI dalam rapat koordinasi terkait PPKN sebelumnya.

Dalam rapat itu, kata Audy, disebutkan pemerintah daerah terutama yang memiliki daerah terkena kebijakan PPKM darurat, untuk dapat memastikan ketersediaan oksigen di daerah dan memastikan kebutuhan, serta mensimulasikan kemungkinan lonjakan kebutuhan saat kasus meningkat.

“Kita belajar dari Jawa dan Bali. Karena itu, ketersediaan oksigen harus menjadi salah satu fokus. Kepala dinas terkait, juga diminta untuk memantau perusahaan supplier lain dan memastikan berapa kapasitas produksi dan berapa peningkatan yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kondisi darurat,” ujar Audy.

Terpisah, Kepala Pemasaran CV. Asian Gasindo Muhammad William menyebutkan, terakhir memang terjadi peningkatan permintaan oksigen dari beberapa pihak terutama rumah sakit. Normalnya, kebutuhan oksigen yang disuplai hanya 400 sampai 500 tabung per hari, di antaranya untuk memenuhi kebutuhan beberapa rumah sakit di Bukittinggi, Lubuk Basung, Solok Selatan, Sawahlunto, Pariaman, Padang Panjang dan Padang.

Namun, dalam sebulan terakhir ada peningkatan permintaan bahkan sampai 800 tabung per hari. Meski demikian, ia memastikan, perusahaannya masih sanggup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Kendalanya, kata William adalah adanya keterlambatan pembayaran oleh pihak rumah sakit sehingga pihak perusahaan harus mencarikan dana talangan. Ia berharap kendala itu bisa teratasi agar suplai bisa tetap lancar.

“Untuk kebutuhan rumah sakit, terbuka selama 24 jam. Kapanpun rumah sakit butuh, kita akan tetap melayani, apalagi jika nanti terjadi kondisi darurat,” ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel